Celoteh Siang

Lagi-lagi, hal yang tidak saya suka di kantor ini, adalah ‘rasan-rasannya’. Mungkin tidak hanya di kantor ini saja sih, dimanapun sepertinya ada. Tidak hanya kaum perempuan, yang lelaki pun tak luput dari kegemaran ini. Entah ngomongin atasan, rekan antar unit, pun rekan seunitnya sendiri juga. Awalnya memang terkait pekerjaan, lama-lama melebar menjadi tidak objektif lagi. Apalagi yang lain semangat menimpali, “oiya, kemarin itu juga.. bla.. bla”. Jadi deh, seperti kompor mbleduk. Udah panas, dikasih minyak, sama kayu kering. Olala.. ngomong apa sih aku.

Sudahlah, mari kita makan saja. Nyamnyam…

18 September Pagi

Engkau yg tinggal di Jakarta dan sekitarnya, pasti sudah tidak asing lagi dengan macet. Seperti sy yg tinggal di pinggiran ibukota, tiap pagi dan petang menyusuri jalanan ceger-gatot subroto. Dan seperti biasa pagi ini kami berangkat sekitar pukul 6.40. Jarak 15-17 km itu kami tempuh minimal dalam waktu 40 menit. Nahasnya, kami terjebak macet di rel Bintaro Permai. Setidaknya 15 menit kami berdiam disana. Akhirnya pasrahlah, bisa dipastikan kami telat. Continue reading “18 September Pagi”

Hei,

Hei,
Kenapa kau lancang sekali?
Kenapa kau begitu mudahnya memanasi bolanya, mengembuni lensanya, membutir keluar, menetes dan mengalir deras – tanpa seizinku?

(percakapan selintas angan, jakarta 12 september 2012)

sumber danbo dari sini