19 april 2017

19 april ini akan menjadi sejarah. Bagi warga jakarta, bagi warga indonesia, dan bagi umat muslim di dunia.

19 april ini akan menunjukkan siapa yang beriman dan siapa yang munafik.

19 april ini akan menjadi hari pembeda, siapa yang taat kepada Allah, Rasul dan para ulama; serta siapa yang taat kepada yang lainnya : idola, kerabat, kawan, harta, atau nafsu.

19 april ini akan menjadi ajang bagi siapa yang bersinergi tolong menolong dalam kebaikan, dan siapa yang berkomplot bersama-sama dalam kemungkaran.

Silakan memilih berada dalam golongan mana. Selamat memutuskan menjadi apa. Kita tentu telah bersiap dengan segala konsekuensinya.

Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’man nashiir.

*ps. alhamdulillah besok libur.
Advertisements

berita

Berbicara tentang situs pemberitaan, beberapa tahun lalu, saya sempat menghilangkan situs ‘detik.com’ dari daftar situs yang akan saya buka karena menemukan berita-berita yang ditulis sekenanya saja tanpa dikroscek kebenarannya. Mungkin karena sesuai namanya, detik, dia mengejar kecepatan penayangan berita baru. Tapi kebanyakan yang ditayangkan bukan berita baru, tapi berita yang diulang-ulang dengan hanya mengangsur informasinya sedikit sedikit.

Untuk beberapa lama saya berhenti membaca berita. Hanya sesekali membuka situs republika. Namun belakangan, saya coba buka thejakartapost, sekalian belajar biar tidak semakin merontok kosakata bahasa inggrisnya yang memang tidak seberapa, hehe. Namun lagi-lagi saya merasa kecewa dengan situs berita (ini) khususnya terkait pemberitaan aksi damai 4 november kemarin. Tak satupun dia memberitakan hal positif dari peristiwa tersebut. Bahkan satu kata ‘peace’ saja tak saya temukan. Menyebut FPI sebagai hardline group dan mengutip (seolah mengiyakan) pernyataan aktivis JIL Guntur Romli yang mengatakan bahwa aksi 4 Nov hanya manuver politik di tengah pilgub DKI. Cukup. Mari dicoret saja situs ini, menyusul tayangan televisi METROTV. Dan bukankah kita ingat situs ini memang pada tahun 2014 melakukan hal yang serupa (dengan Ahok yang dibelanya) melalui karikaturnya.

Maka pilihan kembali ke republika, dan sesekali detik.com.

Ada rekomendasi lain?