Modal PNS?

“coba tebak, berapa kira-kira biaya bimbingan belajar masuk STAN paling mahal yang kita ketahui?” tanya suami.

“30?” tebak saya, dan dijawab dengan gelengan kepala.

“50?” saya menebak lagi.

“masih terlalu kecil,” jawabnya. Dan kemudian dia menyebut angka 6 kali lipat dari tebakan kedua saya, yang sukses membuat saya melongo.

Berani membayar harga begini besar untuk sebuah bimbingan belajar, pasti ada jaminan lulus atau jika tidak maka uang kembali. Fyuh.

Transaksi ini,

Buat pihak bimbel, sah saja.

Buat customer, sah saja.

Secara material, tidak ada kerugian negara.

Tidak ada unsur suap maupun korupsi.

Tapi hati saya mencelos.

Jika kemudian anak ini lulus, apa yang ingin dia dapatkan dari kuliah dengan mengeluarkan biaya bimbel ratusan juta? Pekerjaan sebagai PNS? Bagaimana dengan ‘modalnya’ yang sudah hilang? Tidakkah dia ingin pengembalian?

Advertisements

Kekuatan doa (1)

Begitu banyak hal terjadi dalam hidup saya yang membuktikan betapa dahsyat kekuatan doa.

Tahun 2010, waktu OJT (on the job training), saya berkutat dengan masalah aplikasi penerimaan SPT dropb*x. Karena sebagian besar pegawai di tempat itu adalah ibu-ibu separuh baya yang cenderung kurang cepat memahami aplikasi, maka anak-anak muda lah yang paling diandalkan. Maka saat itu saya membatin, ‘seru ya kayaknya bekerja di bagian IT’. Baru bisa pakai aplikasi yang memang user friendly saja sudah pede mau bekerja di bagian IT. 😂😂😂.
Dan benar, penempatan pertama, saya masuk direktorat IT.


Menjelang menikah, entah bagaimana tiba-tiba terbersit bahwa calon suami saya merupakan pegawai di direktorat tertentu. Waktu taaruf dia belum penempatan, dan… Ternyata benar, dia penempatan di direktorat yang terbayang di benak saya.

….
Waktu hampir lulus D4 dan mau penempatan, saya tidak hanya membatin atau membayangkan tentang penempatan, tapi saya benar-benar berdoa, kali ini bukan tentang bidang pekerjaannya, tapi orang-orang di dalamnya. Yaitu agar saya ditempatkan bersama orang-orang baik dan saya nyaman berada di sana.
Dan, benarlah.. Sekarang saya di sini, di Direktorat ini, bagian ini, bersama mereka, dan bahagia berada di antara mereka.


Maka, jangan pernah meremehkan kekuatan doa, bahkan meskipun hanya selintas dalam pikiran.