Kekuatan doa (1)

Begitu banyak hal terjadi dalam hidup saya yang membuktikan betapa dahsyat kekuatan doa.

Tahun 2010, waktu OJT (on the job training), saya berkutat dengan masalah aplikasi penerimaan SPT dropb*x. Karena sebagian besar pegawai di tempat itu adalah ibu-ibu separuh baya yang cenderung kurang cepat memahami aplikasi, maka anak-anak muda lah yang paling diandalkan. Maka saat itu saya membatin, ‘seru ya kayaknya bekerja di bagian IT’. Baru bisa pakai aplikasi yang memang user friendly saja sudah pede mau bekerja di bagian IT. 😂😂😂.
Dan benar, penempatan pertama, saya masuk direktorat IT.


Menjelang menikah, entah bagaimana tiba-tiba terbersit bahwa calon suami saya merupakan pegawai di direktorat tertentu. Waktu taaruf dia belum penempatan, dan… Ternyata benar, dia penempatan di direktorat yang terbayang di benak saya.

….
Waktu hampir lulus D4 dan mau penempatan, saya tidak hanya membatin atau membayangkan tentang penempatan, tapi saya benar-benar berdoa, kali ini bukan tentang bidang pekerjaannya, tapi orang-orang di dalamnya. Yaitu agar saya ditempatkan bersama orang-orang baik dan saya nyaman berada di sana.
Dan, benarlah.. Sekarang saya di sini, di Direktorat ini, bagian ini, bersama mereka, dan bahagia berada di antara mereka.


Maka, jangan pernah meremehkan kekuatan doa, bahkan meskipun hanya selintas dalam pikiran.

Advertisements

2 thoughts on “Kekuatan doa (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s