19 april 2017

19 april ini akan menjadi sejarah. Bagi warga jakarta, bagi warga indonesia, dan bagi umat muslim di dunia.

19 april ini akan menunjukkan siapa yang beriman dan siapa yang munafik.

19 april ini akan menjadi hari pembeda, siapa yang taat kepada Allah, Rasul dan para ulama; serta siapa yang taat kepada yang lainnya : idola, kerabat, kawan, harta, atau nafsu.

19 april ini akan menjadi ajang bagi siapa yang bersinergi tolong menolong dalam kebaikan, dan siapa yang berkomplot bersama-sama dalam kemungkaran.

Silakan memilih berada dalam golongan mana. Selamat memutuskan menjadi apa. Kita tentu telah bersiap dengan segala konsekuensinya.

Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’man nashiir.

*ps. alhamdulillah besok libur.
Advertisements

Memekai tanda Kebesaran-Nya

“Subhanallah” dia menggumam lirih, sepersekian detik setelah mendengar cerita kehidupan sesorang. Aku tak heran, aku sering ‘menangkapnya’ melakukan hal serupa, sertamerta bertasbih tiap kali mendengar atau membaca sesuatu, yang bahkan kadang menurutku sesuatu itu biasa-biasa saja.

Mungkin inilah yang disebut getar iman. Getar yang sangat sensitif menginderai setiap percik yang menunjukkan kebesaran-Nya. Senantiasa bertasbih memuji kebesaranNya tatkala banyak orang (termasuk saya) masih seringkali bergumam, “wajarlah seseorang itu hebat, karena memang latarbelakangnya bla bla..” atau “wajarlah dia bisa jadi hafizh, lha wong bla bla..”

Seringnya kita (saya) menggumamkan pewajaran (otomatis pemakluman atas ketidakmampuan kita) seperti itu. Bukankah sebenarnya itu adalah bentuk kecil dari kesombongan? Kesombongan untuk agak menahan diri dari memuji-Nya? Na’udzubillah. Semoga kita semua terhindar dari penghalang kebenaran ini.

pict taken from here