berita

Berbicara tentang situs pemberitaan, beberapa tahun lalu, saya sempat menghilangkan situs ‘detik.com’ dari daftar situs yang akan saya buka karena menemukan berita-berita yang ditulis sekenanya saja tanpa dikroscek kebenarannya. Mungkin karena sesuai namanya, detik, dia mengejar kecepatan penayangan berita baru. Tapi kebanyakan yang ditayangkan bukan berita baru, tapi berita yang diulang-ulang dengan hanya mengangsur informasinya sedikit sedikit.

Untuk beberapa lama saya berhenti membaca berita. Hanya sesekali membuka situs republika. Namun belakangan, saya coba buka thejakartapost, sekalian belajar biar tidak semakin merontok kosakata bahasa inggrisnya yang memang tidak seberapa, hehe. Namun lagi-lagi saya merasa kecewa dengan situs berita (ini) khususnya terkait pemberitaan aksi damai 4 november kemarin. Tak satupun dia memberitakan hal positif dari peristiwa tersebut. Bahkan satu kata ‘peace’ saja tak saya temukan. Menyebut FPI sebagai hardline group dan mengutip (seolah mengiyakan) pernyataan aktivis JIL Guntur Romli yang mengatakan bahwa aksi 4 Nov hanya manuver politik di tengah pilgub DKI. Cukup. Mari dicoret saja situs ini, menyusul tayangan televisi METROTV. Dan bukankah kita ingat situs ini memang pada tahun 2014 melakukan hal yang serupa (dengan Ahok yang dibelanya) melalui karikaturnya.

Maka pilihan kembali ke republika, dan sesekali detik.com.

Ada rekomendasi lain?