menghargai pertanyaan

Bagi orang yang masih belum memahami atau baru di suatu bidang/objek/materi, tidak bertanya bukan berarti karena tidak mau. Mereka memang tidak tahu apa yang harus ditanyakan. Karena memang belum mengerti. Kalaupun bertanya, kadang pertanyaannya agak aneh / kurang mengena pada permasalahan.

Saya mengenal dua orang dengan karakteristik yang sangat berlawanan dalam memperlakukan newbie yang bertanya.

Salah satu rekan saya, oh saya senang sekali mengenalnya, selalu menghargai pertanyaan saya, pun pertanyaan bodoh. Dia menjawab dengan menjelaskan semuanya, meskipun awalnya pertanyaan saya tidak nyambung. Dari hal-hal terkait pekerjaan, isu-isu global (yang saya ber- o o saja, wong ga ngerti, wkwk), sampai pokemon go. Kemarin iseng saya menanyakan bagaimana memainkan pokemon itu. Dia menjelaskan bahwa Pokemon go menggunakan peta dan data-data nyata dari para pemain game Ingress. Dia membukakan aplikasinya dan menjelaskan cara mainnya. Yes, pokoknya dia tidak membuat saya terlihat bodoh dengan pertanyaan saya.

Tapi ada lagi rekan lain yang ketika saya bertanya, dia berkali-kali, “Apa, te?”, “Maksudnya apa?” dan tidak menjelaskan apa-apa. Berada pada situasi ini, rasanya saya ingin menyublim ke udara karena nampak bodooh sekali. Kembali ke pembukaan, bahwa orang yang tidak mengerti kadang susah menerjemahkan pertanyaan. Tapi ayolah, jika anda yang ditanya, jelaskan saja yang anda mengerti. Tidak harus jelas pertanyaannya. Jelaskan saja secara umum. Pliiis, ini permohonan dari orang yang agak lama memahami suatu hal.

List ex-Blogger MP yang kini Blogger WP

titikdua terharu.

Iwan Yuliyanto

Di bawah ini adalah alamat resmi kawan – kawan blogger Multiply yang sudah menjadi blogger WordPress pasca ditutupnya fitur blog Multiply per 1 Desember 2012 (Resmi ditutup fitur blog pada tanggal 20 Maret 2013, dan murni berganti platform menjadi murni e-commercee, namun ternyata kemudian situs tersebut DITUTUP SELAMANYA pada tanggal 6 Mei 2013).

Update terakhir: 15 Desember 2013, 17.15 WIB
Jumlah: Lebih dari 400 WPers ex-MPer.

Semoga Anda menemukan kembali kawan – kawanmu di sini, dan kemudian saling memfollow mereka sebagai bagian dari upaya mempererat jalinan silaturahim.

View original post 1,526 more words

catatan akhir 2012

stuck. haha.. belum dimulai sudah macet. kacau sekali tulisan ini.

Sejak kabar fitur blog multiply mau dienyahkan mulai tanggal 1 Desember 2012, semangat menulis saya benar-benar memudar. Dan menggeramkannya, kenyataannya masih ada sampai sekarang blognya. Padahal gegara penumuman Om Stefan itu, semua warga multiply jadi geger.. mencari berbagai cara menyelamatkan ‘harta’nya masing-masing. Di ekspor ke webblog lain, membuat surat pernyataan, bahkan ada yang di copy paste atau di save page as satu-satu. :hammer

Heuheu, terlihat berlebihan? Habis bagaimana lagi. Untuk saya pribadi, multiply telah menemani perjalanan hidup saya (haish..) sejak 10 Maret 2009:p. Saat ini sudah tercatat 287 journal, 503 quick notes, 17 album photo, 5 link saya posting disana. Membaca kembali tulisan-tulisan dari awal membuat saya tertawa sendiri membayangkan betapa unyu-unyunya saya tempo itu. 😀 Yaa semacam rekam jejak pertumbuhan pola pikir. Dan semua itu tidak lepas dari peran orang-orang keren yang saya ‘jumpai’ disana (meskipun sampai sekarang saya belum pernah ikut kopdar mpers indonesia).

Untitled

http://utewae.multiply.com/

Catatan ini ditulis dalam rangka memancing kembali hasrat menulis. Yippy yippy…Semangat, Ute,, semangat! *kemudian hening

Stefans -CEO of Multiply Indonesia- Letter

Hello. Stefan here, writing you from Multiply HQ in Jakarta, Indonesia.

As most of you are probably aware, Multiply’s mission has evolved over the past year and a half to become the biggest and most beloved ecommerce marketplace in two very exciting markets, Indonesia and the Philippines. As our focus has shifted, we have reviewed all of our operations, and made some decisions that will affect everyone here.

From December 1st, we will unfortunately no longer be able to support Multiply in its current form – notably we will be removing the social networking and content sharing part of Multiply (photos, videos, blogs, social messaging, etc.). We have decided to discontinue providing and hosting these services, as we have concluded that other Internet sites who are committed to social networking services will do a better job serving you than we can.
For our existing users of social networking features, we will be providing easy ways for you to either download your stuff (photos, blogs, content, etc), or migrate it to other online services. We’ll announce the precise details shortly. It will be your choice whether to download, migrate or just let your content lapse (and get deleted).
For our existing ecommerce users (both buyers and sellers) in Indonesia and the Philippines, there will be no action required.
Regarding any existing Multiply Premium subscriptions we will refund any unused balance, and apologize for any inconvenience this will cause. Please contact customer service to request a refund. Note that this is for Multiply Premium, not the ecommerce related Multiply Trust product.

I am aware of how disruptive this news may be, and understand the disappointment that it may cause. Ultimately this was a business decision, critical to our to success moving forward. Instead, we are excited to pursue our own mission to give the 350 million consumers in Indonesia and the Philippines a great way to buy and sell items online. Our singular focus now is for Multiply to retain its status as a vibrant e-commerce destination in Southeast Asia in the years ahead.

I suspect that many of you will not like this news, and am sorry to have to deliver it now. I hope that you will be able to understand the reasons for our decision and thank you for being a part of the Multiply community over the past eight years.

Stef