Bawa anak ke kantor, yay or nay? 

​Beberapa waktu lalu, bude yang jagain anak2 mendadak pulang kampung karena ada musibah. Yang artinya, saya perlu memutar otak mengatur strategi untuk 5 hari kerja selanjutnya.

Opsi yang akhirnya dipilih :

Hari 1 : ajak 2 anak ke kantor. Bayi di rumah dengan asisten yang pulang pergi. Kebetulan semua atasan di kantor plus sebagian besar pegawai sedang konsinyering, sehingga saya kira kehadiran 2 bocah ini tidak akan begitu mengganggu.

Hari 2-5: lihat bagaimana hari 1.

Dijalankanlah rencana. Daaan, di akhir hari pertama, saya memutuskan bahwa opsi ini tidak akan saya pilih lagi karena….

Capek, maaak.

Pagi-pagi memasak, memandikan, mempersiapkan anak2, menemani sarapan anak2, menyiapkan bekal, baju ganti, mempersiapkan kebutuhan bayi di rumah dst.

Sampai kantor menyiapkan ‘tempat’ dan mainan buat anak-anak.  Dan baru satu jam berlalu, bocah bosan minta pulang, belum lagi makannya, ke kamar mandinya dll. Baru lima menit di depan pc untuk bekerja, bocah merengek begini begitu minta ini minta itu.  Masih berlanjut, sorenya perjalanan pulang yang melelahkan, sampai rumah belum beres semua, belum mandi belum ada makanan, bayi di rumah juga saatnya diambil alih. Subhanallah… 

Akhirnya esoknya memutuskan di rumah saja, izin dan cuti 3 hari. Biarlah cuti habis. 

Jadi bawa anak ke kantor, buat saya big no! 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s