Calistung

Sejak kecil, kegemaran nafis dengan baca tulis sudah terlihat menonjol, agak berkebalikan dengan kepercayaan dirinya. 

Dari usia kira-kira 1.5 tahun, tiap saat dia minta dibacakan buku. Pernah suatu ketika dia demam, di tengah malam terbangun, dia minta dibacakan buku hingga tidur, terbangun lagi minta dibacakan lagi dst. Dia juga senang menulis, berhitung, menggambar, tapi tidak terlalu suka mewarnai. Kemampuan motorik halusnya memang masih kurang terasah sehingga ketika mewarnai masih jauh dari rapi.

Kira-kira sejak masuk TK, dia sering sekali minta didikte,

“namanya (cara nulis) kereta gimana, bun?”

“ka e er e te a”

Begitu terus dia menanyakan cara menulis benda-benda yang menarik baginya. Saya, terus terang, jarang mengajarinya calistung (baca tulis hitung) secara khusus. 

“Bun, bukunya ada 7”

Dia menghitung barang-barang di sekelilingnya. 

Hingga di usia 5 tahun kurang 2 bulan, saya takjub, bocah ini sudah bisa membaca dan menulis (tentu bukan kata yang kompleks) serta melakukan penjumlahan bilangan sederhana. Masyaallah, le, barakallahu fiik. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s