Calistung

Sejak kecil, kegemaran nafis dengan baca tulis sudah terlihat menonjol, agak berkebalikan dengan kepercayaan dirinya. 

Dari usia kira-kira 1.5 tahun, tiap saat dia minta dibacakan buku. Pernah suatu ketika dia demam, di tengah malam terbangun, dia minta dibacakan buku hingga tidur, terbangun lagi minta dibacakan lagi dst. Dia juga senang menulis, berhitung, menggambar, tapi tidak terlalu suka mewarnai. Kemampuan motorik halusnya memang masih kurang terasah sehingga ketika mewarnai masih jauh dari rapi.

Kira-kira sejak masuk TK, dia sering sekali minta didikte,

“namanya (cara nulis) kereta gimana, bun?”

“ka e er e te a”

Begitu terus dia menanyakan cara menulis benda-benda yang menarik baginya. Saya, terus terang, jarang mengajarinya calistung (baca tulis hitung) secara khusus. 

“Bun, bukunya ada 7”

Dia menghitung barang-barang di sekelilingnya. 

Hingga di usia 5 tahun kurang 2 bulan, saya takjub, bocah ini sudah bisa membaca dan menulis (tentu bukan kata yang kompleks) serta melakukan penjumlahan bilangan sederhana. Masyaallah, le, barakallahu fiik. 

Advertisements

Bergerak itu berkah 

Merantaulah…

Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan hidup asing  (di negeri orang).

Merantaulah…

Kau akan dapatkan pengganti dari orang-orang yang engkau tinggalkan (kerabat dan kawan).
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan..
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang.

Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa..
Anak panah jika tak tinggalkan busur, tak akam kena sasaran.

Jika matahari di orbitnya tak bergerak dan terus berdiam..
tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.

Bijih emas tak ada bedanya dengan tanah biasa di tempatnya (sebelum ditambang).
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.

Jika gaharu itu keluar dari hutan, ia menjadi parfum yang tinggi nilainya.
Jika bijih memisahkan diri (dari tanah), barulah ia dihargai sebagai emas murni. 


Merantaulah…

Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan hidup asing  (di negeri orang) 

(Imam Syafi’i) 

“Hujan itu indah bukan karena air yang turun, tapi atas apa yang akan ditumbuhkannya.

Mutasi/promosi bukan tentang siapa dimana, tapi apa yang akan ‘ditumbuhkannya’,”(anonim) 

Selamat mengemban amanah untuk Bpk Kepala Seksi, yang tak lelah memotivasi kami, yang tak henti mengasihi kami. Barakallahu fiik.