Kamu sudah cukup baik , mak

​”Bentar lagi ya, kak. Adiknya mau disuntik dulu.” seorang Ibu yang menggendong bayi berusia kisaran 3 bulan menghibur seorang anak lelaki kira-kira berusia 3 tahun yang sudah gelisah dan merengek minta pulang. 

Saya merasa ada yang aneh. Saya dan si Ibu sama-sama sedang mengantri pemberian vaksin MR, dimana vaksin itu diberikan untuk anak usia 9 bulan –  15 tahun. Tapi kenapa adiknya yang akan disuntik. 

Ceritanya pagi ini saya ke Puskesmas Pondok Betung untuk keperluan Imunisasi MR (Measles Rubella) Nawang. Menurut informasi, 28 september ini adalah hari terakhir pemberian vaksin MR di Puskesmas (sebagaimana kita ketahui bulan Agustus dan September ini adalah bulan kampanye Imunisasi Campak Rubela fase 1, dan jadwal pemberian vaksin di Puskesmas adalah selasa kamis). 

Sebelum berangkat kerja suami menyempatkan diri untuk mengambil nomor antrian terlebih dahulu demi – saya tidak perlu meninggalkan bayi 2 minggu terlalu lama. Setelah dapat nomor, suami berangkat kerja dan saya siap-siap berangkat ke Puskesmas bersama nawang. Tiba disana, sayangnya nomor antrian kami sudah terlewat dan harus mengambil nomor antrian baru. Hehe, bagus sih sebenarnya biar orang (seperti kami) tidak semena-mena. 

Karena ini adalah hari terakhir, bisa dibayangkan banyaknya antrian disana. Ada yang anaknya sudah merengek minta pulang, ada yang anaknya gelisah karena mengantuk, bosan dsb. Untuk menghibur dan mengatasi kebosanan dan kegelisahan si anak, rerata oleh si orang tua : si anak dipegangin hp, dikasih permen, dibeliin balon, diiming akan dibelikan es krim nanti. Ada pula yang dibohongi, 

“ssst kucingnya mana kucingnya mana, oh kucingnya disuntik disana ya.. ” kata seorang Ibu ke anaknya. 

“iya saya juga bilangnya tadi buat nganterin bla bla, bukan buat disuntik.” timpal seseibu paruh baya yang saya tebak adalah nenek dari anak di dekatnya. 

Saya kemudian bersyukur tidak perlu bersusah payah melakukan hal-hal diatas. 

“nawang nanti disuntik yaa, imunisasi, ga sakit kok, sakit sedikiit aja” 

Meskipun anaknya melawan saat masuk ruangan dan menangis saat disuntik, tapi setelah itu selesai kan. 

Saya, yang sebelumnya begitu merasa bersalah dan baper ketika baca-baca buku atau artikel parenting, jadi sedikit lebih percaya diri jadi mamak. Eh. Apa ya nama yang tepat untuk penyakit dimana hati akan lega ketika merasa ada yang tidak lebih baik dari kita? Astaga saya tahu ini tak baik ,  tapi diri lagi butuh sekali bisikan “kamu sudah cukup baik , mak.”

Advertisements

2 thoughts on “Kamu sudah cukup baik , mak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s