Lima

Baru seumur jagung.
Pernah suatu ketika ART ku (sebelum yang sekarang) berkomentar, “kok bisa ya mba ute dan mas jani itu baik-baik terus. Ga pernah ribut. Perasaan bos-bosku yang dulu adaa aja ribut-ribut.”

“Alhamdulillah.” Jawabku sambil tersenyum, namun tertawa  dalam hati.

Sebenarnya tidak demikian juga. Konflik pasti ada, tapi tidak untuk ditampakkan ke orang lain kan. Hanya aku, suami, Allah, dan malaikat yang tahu. 

Tentu ada saat kami bersilang pendapat, berbeda pandangan, beradu isi kepala. Ada saat dimana aku bertingkah begitu menyebalkan, kekanak-kanakan. Ada saat dimana dia juga bersikap menjengkelkan. 

Namun selalu saja, waktu tak memihak pada rasa tak baik. Udara pun seperti bersekongkol dengan detik untuk segera menguapkan kesal di hati.

Mungkin beginilah isyarat hati . 

Advertisements