Bisik-bisik

​“apabila kamu bertiga, maka janganlah dua orang di antara kamu saling berbisik-bisik tanpa mengajak yang lainnya, hingga mereka bercampur dengan orang-orang, karena hal tersebut akan menyakitinya.” (H.R. Muttafaq ‘Alaih).

Di masa dulu, saya pernah melakukan kekejian ini. Bukan berbisik-bisik sih. Malah ngobrol asik dengan beberapa orang sementara ada teman lain yang ‘tidak-ikutan-asik’. Ternyata ini menyakitkan baginya. Jahat sekali saya. Jika diizinkan berandai-andai, saya mengandaikan mengulang waktu itu dan menahan diri dari perilaku demikian.

Hari-hari ini, perasaan  semacam ini muncul kembali di tempat kerja, dari sudut rasa sebaliknya. Minoritas. Terdominasi. Satu kelompok dari kelompok lain.  Sungguh tidak nyaman.

Mau bicara apa sih,  abstrak. Haha. Begini, mungkin mengelola banyak perasaan lebih sulit dilakukan daripada mengelola banyak pekerjaan. 

Demikian. Selamat berlongweekend.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s