kamu

Namamu Umi Baroroh. Aku mengenalmu sejak kita masuk SMA di kelas yang sama, kelas X1 sebuah SMA Negeri yang konon menjadi sekolah favorit di kota (kabupaten).  Aku memutuskan masuk ke sana atas dorongan (lebih tepatnya, paksaan) dari salah satu guru SMP (Beliau memanggil Bapak ke sekolah, sampai mendatangi rumah, demi membujuk Bapak menyekolahkan aku ke SMA itu). Karena ‘jetlag’ lingkungan sekolah yang berbeda drastis dari SMP ke SMA itulah yang membuatku cukup sulit beradaptasi di SMA.

Kamu datang kepadaku dengan tulusnya. Kamu, sambil tertawa, seringkali mengatakan kalau beberapa teman yang lain menganggapmu aneh. Aku kadang mengiyakan itu. Hihi, piss tapi anehmu bukan perilaku negatif kok. Dan bagaimanapun, kamulah yang pertama kali ‘menganggapku’, mengajakku mengikuti berbagai kegiatan –rohis, KIR, PMR. Kamu yang pertama kali menjadi temanku.

Hingga pendidikan lepas SMA memisahkan kita. Aku ke barat, kamu ke timur. Selesai kuliah, saat aku magang di daerah, kita sempat menghabiskan sehari bersama ke telaga ngebel, saling gantian membonceng, menikmati nila bakar dan nasi tiwul. Aku masih ingat saat aku lompat jatuh dari motor saat tanjakan itu. Untung aku udah siaga. Beberapa saat setelah itulah foto dibawah ini diambil.

Setelah aku menikah, kamu berkesempatan mengikuti sebuah kegiatan (yang kalau tidak salah dalam rangka mencairkan kredit dari proposalmu) di Jakarta. Aku, karena aktivitas kerja pagi-petang, hanya bisa menawarkan tempat menginap untukmu, tidak bisa mengantarkanmu ke lokasi tujuan. Aku bahkan hanya bisa marah-marah ketika kamu tiba di tempatku cukup larut malam seusai acaranya itu. Kamu hanya ber-hehe dan dengan santainya mengatakan hp mu mati dan barusan naik metromini.  Hufh, kamu tidak tau bagaimana aku mengkhawatirkan gadis-sendirian malam-malam-di-jakarta-untuk-pertama-kali- dan-hp-nya-tidak-bisa-dihubungi.

Dan aku tidak menyangka, pertemuan itu adalah pertemuan terakhir kalinya. aku menyesal belum membantu mu sama sekali, belum menanyakan masalahmu,  belum mendengarkan ceritamu. T.T

Allahummagh fir laha warhamha wa’afihi wa’fu’anha

-ditulis 3,5 bulan setelah kepergiannya-

image016

Advertisements

One thought on “kamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s