Baik hati atau mempertahankan hak milik

Siang tadi nafis menangis. Sudah hal yang biasa sebenarnya, mainannya dipakai temannya. Dia menangis sambil merebut mainannya yang kemudian direbut lagi oleh temannya dengan kasar sambil mendorong nafis. Nafis pun menangis makin keras dan lari menuju saya. Saya memeluknya dan mengatakan, “gakpapa, nak. Itu mainannya kan dipinjem x. Biasanya nafis juga pinjem mainan x kan”. Di titik ini sebenarnya saya mulai ragu apakah yang saya lakukan benar. Di satu sisi, saya ingin anak saya bisa berbagi, bermain bersama-sama temannya, dan tidak pelit tentunya. Tetapi, jika saya seperti itu dan memintanya ‘legawa’, artinya saya membenarkan tindakan temannya yang merebut mainannya. Dia akan berpikir tidak apa-apa merebut milik orang. Mungkin dia suatu ketika merebut mainan temannya dan saya kasih tahu bahwa itu tidak boleh, dia akan bingung, ibunya tidak konsisten.

Di sisi lain, ada kegundahan saat melihatnya seperti ini, tidak melawan, hanya menangis. Saya khawatir dia tidak survive nantinya. Maka, sebenarnya melihat ini, meski mulut saya menyuruhnya untuk legawa, hati saya berteriak menyuruhnya melawan. Agar dia belajar mempertahankan miliknya. Dan kemudian saya sadari, selain fisiknya yang hampir sepenuhnya mirip dengan saya, ternyata sifat saya juga banyak menurun padanya. Cengeng. Memang dalam titik-titik kehidupan yang saya jalani, saya lebih banyak di posisi bertahan daripada menyerang. Maafkan ibumu nak yang mewariskan sifat kurang baik ini.

Nah kembali ke nafis, pada akhirnya saya hanya mampu memintanya legawa, menjelaskan bahwa kita harus berbagi. Jajan dimakan bareng. Mainan dipakai bersama. Tentunya sambil disampaikan ‘tetapi tidak boleh dengan merebut, kalau pinjam baik-baik ya’

.CAM00892[1]

Advertisements

2 thoughts on “Baik hati atau mempertahankan hak milik

  1. Memang bisa jadi dilema seperti itu ya, mbak Ute.
    Di usia Nafis yang masih balita seperti itu, menurut saya apa yang dilakukan mbak Ute sudah betul.

    Memang ada baiknya diajarkan secara bertahap sesuai kemampuan daya pikir / daya tangkap anak menerima segala konsekuensinya atas tindakan yang bakal ia lakukan.

    Misal gini ..
    Sampai sebelum usia 5 tahun, ya gak papa kita ajarkan legawa. Hal tsb bisa menanamkan dan menumbuhkan sifat penyayang, cinta damai pada diri anak, sehingga tidak mudah menjadi pembenci. Mengingat orientasi anak di usia balita adalah cenderung bermain, dan itu butuh bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.

    Kemudian pelan-pelan diajarkan tentang mana yang haq dan mana yang bathil, mana yang baik dan mana yang salah, … dan si anak mulai paham, baru kita dorong dalam prakteknya, yaitu berani mempertahankan hak. Agar tertanam dalam jiwa si anak betapa berharganya mempertahankan hak. Ini akan membentuk anak menjadi pemberani, bukan mental pecundang. Seorang leader wajib punya sifat itu.

    Dengan demikian saat anak mulai masuk sekolah SD, ia akan siap menghadapi segala bentuk bully oleh teman-teman sekolahnya.
    Anak-anak yang tidak terdidik dengan baik di rumahnya sangat rentan punya sifat membully temannya yang lemah.
    Nah.. kita khan gak tahu Nafis kelak akan berteman dengan siapa saja, dan bagaimana latar belakang temannya. Yang penting bagi diri orangtua adalah memberikan bekal anak berupa sikap dan mental yang baik, kuat, kritis, tidak lemah.

  2. Kenapa si x tidak di tegur Ukh? Saya biasanya mengamati dulu, kalo yg salah si x dan usia si x lbh besar maka akan saya beri pengertian bhw merebut it tdk baik, harus gantian main nya, minta ijin dulu kalo mau pinjam barang org lain. Tentang berbagi brg, ada fase nya anak dlm kndisi egosentris di mana dia merasa brg2 dia adl miliknya dan org lain tdk boleh meminjamnya, sbg org tua saya menghargai nya, untuk menanamkan sifat legawa, saya memilih dongeng sbg cara menyampaikannya pada anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s