belajar dari para penghafal AL-Qur’an

liburan seusai ujian tengah semester ini saya isi dengan membaca buku, sedikit masak-memasak, men-toilet training– nafis, dan nonton video. kali ini saya mau bercerita sedikit mengenai kegiatan yang terakhir saya sebutkan tadi.

beberapa waktu sebelumnya, saya mendapatkan (membeli) sebuah dvd dari seorang kawan, judulnya Perjalanan bersama Al-Qur’an. Video ini merupakan video dokumenter, perjalanan Syaikh Fahad Salim Al Kandary dan timnya mengelilingi banyak negara, menjumpai para penghafal Al-Qur’an di negara-negara tersebut.

Masya’ Allah, saya tidak bisa berkata apa-apa. betapa Al-Quran itu memang keajaiban Allah. sesuai janji-Nya, Dia menciptakannya untuk dijadikan mudah. tidak mustahil bagi siapapun untuk menjadikan keseluruhan Al-Qur’an itu bersemayam dalam dirinya, dalam kehidupannya.

yang sudah sering kita lihat, karena banyak di-broadcast adalah video Syaikh Kandary bersama Muadz, seorang penghafal Al-Qur’an yang kehilangan penglihatannya di usia 4 tahun. saya tidak bisa tidak menangis tiap kali melihat video ini. saya sering menjadikannya motivasi ketika kehilangan semangat dengan Al-Qur’an. bagaimana ini tidak terngiang-ngiang diingatan ketika dia mengatakan -yang kurang lebih begini,
“dalam doaku, aku tidak meminta Allah mengembalikan penglihatanku. aku ingin ini menjadi hujjahku ketika di hadapan-Nya nanti”.

lalu apa hujjahku di akhirat nanti ketika aku ditanyai tentang sudah kujadikan apa Al-Quran?

ada lagi cerita tentang seorang yang (maaf) autis, yang ketika dites 2 + 4 berapa saja tidak mampu menjawab, tetapi dia penghafal Al-Quran. masya’ Allah

ada yang gagu, kesulitan berbicara, tetapi masya’ Allah, jangan tanya hafalan dan keilmuan Al-Qur’annya, surat apa, ayat berapa dari berapa, halaman berapa, bahkan qiraah sab’ah juga dikuasainya.

ada juga yang dengan cepat mampu membacakan ayat yang diminta, misal QS Yusuf ayat 42, dll, kemudian ayat di surat apa ayat berapa yang mirip, dengan cepat sekali, masya’ Allah.

ada yang perlu bepergian ribuan kilometer untuk bisa menghafal Al-Qur’an ini. masya’ Allah. karena menghafal Al-Qur’an itu sebaiknya didampingi syaikh atau guru. karena belajar/menghafal sendiri akan berisiko kesalahan.

ada seorang anak yang bisa hafal 4 juz Al-Quran dari usia 4 s.d. 7 tahun, dan menyelesaikan kurangnya (26 juz) dalam waktu TIGA BULAN saja. masya’ ALlah.

dan masya’ Allah sebagian besar hafal AL-Qurannya dalam waktu yang singkat dan semenjak kecil. bahkan seorang penghafal, mulai menghafal dari usia 9 tahun dan selesai di usia 11 tahun, merasa bahwa usia itu sebenarnya terlalu tua untuk menghafal.

umurku berapa?

hal lain yang tidak bisa saya pungkiri adalah, para penghafal Al-Qur’an itu wajahnya selalu cerah, setiap perkataannya selalu membuat hati tertegun, tidak nampak sedikitpun kesombongan. mereka selalu mengembalikan segala bentuk kebesaran kepada Allah, ‘atas izin Allah saya dimudahkan‘, ‘atas kehendak-Nya saya bisa‘, dan seterusnya.

saya baru menyelesaikan menonton 13 episode dari total 30 episode. sepertinya temen-temen bisa mendapatkan videonya di youtube.

Allahu akbar. tidak ada yang tidak mungkin. Dia menciptakan Al-Quran untuk dijadikan mudah. mudah. tetapi bagaimana bisa mudah jika saya sendiri tidak berkesungguhan di dalamnya, dan seringnya hanya memberikan waktu-waktu yang tersisa, untuknya.

padahal peraturannya adalah :

JANGAN MENUNDA MEMULAI

HILANGKAN KONTAMINASI KEDUNIAAN

Ya Allah, padahal keseharian saya masih bergelimang dengan urusan keduniaan.

semoga Allah memberikan kesadaran dan kemudahan bagi kita untuk selalu berdekatan dengan Al-Quran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s