Mesin Harapan Petani Made in Mlilir

mlilir? wah cedhak

Catatan Dahlan Iskan

Senin, 19 Mei 2014
Manufacturing Hope 128

Saya sampai harus belajar dari buaya. Itu kata Agus Zamroni, pengusaha kecil dari Desa Mlilir, Ponorogo. Dia seorang sarjana hukum. Bukan sarjana teknik. Juga bukan sarjana pertanian. Tapi, kegigihannya menciptakan mesin pemanen padi tidak ada duanya.

Sebagai orang desa, Agus hidup dari pertanian. Khususnya padi. Sebagai petani besar, Agus merasakan sulitnya mencari tenaga untuk panen. Kian tahun kian sangat sulitnya. Kesulitan yang sama sebenarnya juga dialami petani tebu: kian sulit cari tenaga penebang tebu.

Sebagai generasi muda, Agus terus mempelajari mesin-mesin panen buatan Jepang dan Tiongkok. “Masak bikin begini saja tidak bisa,” pikirnya.

Agus terus mencoba dan mencoba. Saya menyemangatinya dengan iming-iming bahwa mesinnya itu, kalau sudah jadi, akan dibeli BUMN. Saya yakin dia sangat serius. Usaha taninya serius.

Usahanya sebagai penyalur pupuk juga serius. Orang yang sudah membuktikan bisa serius dalam menangani satu bidang juga akan serius di bidang berikutnya. Karena itu…

View original post 496 more words

Advertisements

Sedikit tentang Peran

Adakah yang pernah menonton film Mr. and Mrs. Smith? Saya lupa kapan menontonnya. Kalau tidak salah sewaktu saya kuliah D3. Pasangan suami istri ini diperankan oleh Brad Pitt dan Angelina Jolie. Sekilas nampak kehidupan pasangan ini biasa-biasa aja. Tapi masing-masing dari mereka ternyata punya rahasia yang saling tak diketahui pasangannya. Wajar juga sih sebenarnya. Haha. … Continue reading Sedikit tentang Peran

Dddd

Aaaa, d4 membuat saya melupakan ruang ini sama sekali. #akurapopo Meski begitu, tak bisa dipungkiri, belajar itu menyenangkan. Apalagi setelah sekian lama 'tidak mendapatkan' suntikan pengetahuan. Rasanya ketika pintu itu dibuka, yang ada adalah "oooo...." seperti anak kecil yang terpana melihat banyak hal belum diketahuinya. Ini benar. Saya jauh lebih menyukai sekolah daripada bekerja. Dulu … Continue reading Dddd