Buka Tabungan

Alhamdulillah hari ini akhirnya kesampaian juga ke BSM sebelah. Sudah dari beberapa tahun lalu keinginan untuk membuka tabungan haji muncul, namun tidak juga memulai langkah, hanya nanya-nanya terus ke temen-temen. Hehe. Nanya tabungan apa yang mereka gunakan untuk persiapan haji, nanya hukumnya dsb. Dan akhir-akhir ini keinginan untuk bisa ke baitullah begitu kuat. Kalau tidak segera ambil langkah dan hanya nunggu dapet undian haji/umrah kapan akan berangkat?! :D. Bismillah.. biidznillah pasti bisa. Saya memutuskan memilih BSM. Alasannya, karena bank nya dekat, disebelah kantor persis :D. Produk tabungannya yang saya ambil adalah tabungan mabrur. Beberapa fiturnya adalah:

– akad yang digunakan : mudharabah muthlaqah, yaitu bentuk kerjasama antara shahibul maal (penyedia dana) dengan mudharib yang cakupannya sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha, waktu, dan daerah bisnis. Penyedia dana melimpahkan kekuasaan yang sebesar-besarnya kepada mudharib untuk mengelola dananya;
– tidak dapat dicairkan kecuali untuk melunasi BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji/Umrah);
– setoran awal minimal Rp 100.000;
– setoran selanjutnya minimal Rp 100.000/setor;
– saldo minimal untuk didaftarkan ke SISKOHAT (sistem komunikasi haji terpadu) adalah Rp 25.500.000;
– biaya penutupan rekening karena batal adalah Rp 25.000.

Jadi, kalau setoran awal saya Rp 100.000 dan saya menyetor Rp 100.000 tiap bulan, artinya saya perlu waktu sekitar 21 tahun untuk bisa mencapai saldo untuk didaftarkan ke SISKOHAT. Dan setelah didaftarkan maka akan saya dapat porsi haji. Dari nomor porsi itulah kita bisa tahu berapa tahun lagi kita dijadwalkan berangkat. Jika ternyata waktu tunggunya 13 tahun, maka insyaallah saya akan berangkat tahun 2047. :o. masih lamaa yaa. Semoga Allah memberikan kemudahan rizki sehingga bisa berangkat lebih cepat. Aamiin.
IMAG0796

Advertisements

Reviu The Kite Runner

The Kite RunnerThe Kite Runner by Khaled Hosseini
My rating: 5 of 5 stars

Untukmu, keseribu kalinya. Kata-kata super ini selalu dibisikkan Hassan, si pengejar layang-layang berbibir sumbing, kepada Amir. Dari kalimat ini kita sudah bisa menyimpulkan garis besar isi novel ini yaitu tentang loyalitas. Dan dalam hal ini loyalitas kepada sahabat. Loyalitas Hassan si Hazara kepada Amir, sahabatnya, si Pashtun. Continue reading “Reviu The Kite Runner”