Tentangmu, nak

Berbicara tentangmu, nak, adalah seperti berbicara yang tidak akan ada habisnya. Saking berhamburannya, bahkan sampai akhirnya bunda tidak tau akan memulainya darimana. Melihat mata beningmu adalah melantun doa agar kelak kau menjadi hamba yang dicintaiNya. Melihat bibir mungilmu adalah membayangkan kelak engkau akan memanggil ‘bundaaaa’ ‘ayaaaah’, membayangkan kelak engkau akan melantun ayat ayat Nya dengan indah, membayangkan engkau akan cakap berbicara. Mengingatmu adalah melantun doa kepada sebaik baik Penjaga agar menjagamu dalam kebaikan -hingga bersama siapapun engkau sekarang, bunda tidak akan khawatir. Bertumbuhlah dalam kebaikan, nak. ..
1266101_162083080661100_1137129330_o

Advertisements