Nafis Ayyash Handoyo

Allah, Dia yang menghidupkan dan mematikan, Yang Maha Kuasa, Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Segala puji bagi-Nya. Hari ini, Kamis 4 Juli 2013 genap duabelas hari, dia masuk ke kehidupanku (‘ku’? terdengar egois. Haha. Biarlah). Si kecil mungil yang kemudian mengambil duniaku. Pagiku siangku malamku. Tentu saja ini bukan keluhan. Ini ungkapan syukur bahagia. Bahagia yang bercampur dengan beragam perasaan yang tak terdefinisi.

Dia yang kemudian kami beri nama Nafis Ayyash Handoyo . Cukup lama waktu yang kami perlukan untuk satu kesepakatan ini. Kalo bukan deadline dari Bidan untuk persyaratan pembuatan akte, mungkin lebih lama lagi :D.

Nafis, ini nama yang dikekeuhkan si ayah. Nafis yang berasal dari kata nafasa. Yang lazimnya untuk nama tersusun dari nun, fa, ya (sukun), sin menjadi nafiis dalam ejaan arabnya yang berarti berharga/bernilai.

Ayyash, ini adalah murni obsesiku :p.

Engkau tau, nak, siapa Yahya Ayyash? Bunda ingin engkau meniru semangat jihadnya meski dengan cara tak serupa.

Handoyo, memanggilmu demikian karena engkau adalah anak ayahmu.

Menjadi apapun engkau kelak, nak, ayahbunda akan mendukungmu. Asalkan engkau mencintai Allah dan RasulNya diatas yang lain.

Maafkan ayahbunda yang mestinya mempersiapkan kedatanganmu jauh hari, bahkan sebelum kami saling mengenal, tapi iman kami masih begitu rapuh . Sekarang belum terlambat kan, nak? Bantu ayahbunda agar, setiap kali melihatmu, maka Allah dan semangat kebaikan lah yang teringat.

Image