Pak Polisi dan Sopir Mikrolet

“… hei yang bener jongkoknya.. terus…”

Saya menoleh ke sumber suara. Oh dari seorang bapak berseragam, kita menyebutnya pak polisi. Dihadapannya sebuah mikrolet yang berhenti di pinggiran seberang. Aa, bagaimana menjelaskannya. Oke, ilustrasi melalui gambar sepertinya lebih mencerahkan.Untitled

(Yang kotak-kotak itu anggap saja mobil :p)

Kira-kira, apa yang dilakukan pak polisi itu? Saya sendiri tidak tahu. Tapi kalau boleh menebak, mungkin seperti ini:

Kondisi jalan menuju persimpangan kereta api di bintaro permai itu hampir selalu macet. Pernah saya dan kangmas terjebak disana 20 menit saat berangkat ke kantor. Ini motor, bung! Nah, saya tidak bisa membayangkan bagaimana orang-orang bermobil itu bisa mengulur usus sedemikian panjangnya menahan supaya bisa sabar melewatinya.

Dan sepertinya kali ini si sopir mikrolet tak sesabar biasanya. Apalagi melihat para penumpangnya yang  sudah tak enak lagi dilihat, membuatnya mengemudikan mikroletnya di luar jalur. Tapi nahasnya, Pak Polisi memergoki ulahnya dan tidak tinggal diam. Si sopir angkot disuruh naik ke kap mobil dan menginstruksikan untuk berdiri-jongkok-berdiri layaknya skotjam sambil melompat.

Oh itu hanya dugaan saya. Atau bisa saja, si sopir mikrolet tidak memiliki SIM dan Pak Polisi memintanya meminggirkan mikroletnya dan menghukumnya. Entahlah.

Banyak hal berseliweran di pikiran saya melihat itu. Sedih, kasihan, miris, marah.. lucu juga. Kalau memang penyebabnya karena macet, maka saya tidak tahu siapa yang mesti disalahkan. Ehm, ya si sopir mikrolet memang salah sih. Tapii..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s