(reblog) PEREMPUAN SEMPURNA, SIAPAKAH KAU?

———-Sebuah Catatan Kecil Afifah Afra————–

Ketika akhirnya saya dilamar oleh seorang lelaki, saya luruh dalam kelegaan. Apalagi lelaki itu, kelihatannya ‘relatif’ sempurna. Hapalannya banyak, shalih, pintar. Ia juga seorang aktivis dakwah yang sudah cukup matang. Kurang apa coba?

Saya merasa sombong! Ketika melihat para lajang kemudian diwisuda sebagai pengantin, saya secara tak sadar membandingkan, lebih keren mana suaminya dengan suami saya.

Sampai akhirnya air mata saya harus mengucur begitu deras, ketika suatu hari menekuri 3 ayat terakhir surat At-Tahrim. Sebenarnya, sebagian besar ayat dalam surat ini sudah mulai saya hapal sekitar 10 tahun silam, saat saya masih semester awal kuliah. Akan tetapi, banyak hapalan saya menguap, dan harus kembali mengucur bak air hujan ketika saya menjadi satu grup dengan seorang calon hafidzah di kelompok pengajian yang rutin saya ikuti.

Continue reading “(reblog) PEREMPUAN SEMPURNA, SIAPAKAH KAU?”

fragmen#2

Lokasi : Sebuah Toko Oleh-oleh di Cilacap

Waktu : 14 April 2013, Sekitar pukul 13.30

DSC_0575

Orang dalam gambar : Juru parkir yang sudah sangat tua

DSC_0573

DSC_0574

Hal mengejutkan terjadi. Tiba-tiba si mbah juru parkir mencium tangan lelaki yang menyodorkan uang parkir. Kalian tahu berapa rupiah yang disodorkan itu? Hanya 2 ribu!

….

fragmen#1

Lokasi : Lift

Waktu : 17 april 2013, sekitar setengah 8

Ute           : Waa, bekelnya banyak. Buat pagi sama siang, mas?

Mas-mas : (senyum)

U              : Bangun jam berapa tuh, mas, istrinya masak segitu?

M              : Jam setengah tiga

U              : Subhanallah… kereeeen. Aku mana mau jam segitu bangun masak.

M             : Kan balesannya surga itu, teee. Lagian katanya itu yang bisa dilakukan.

U              : (diem)

 
sumber gambar

Pak Polisi dan Sopir Mikrolet

“… hei yang bener jongkoknya.. terus…”

Saya menoleh ke sumber suara. Oh dari seorang bapak berseragam, kita menyebutnya pak polisi. Dihadapannya sebuah mikrolet yang berhenti di pinggiran seberang. Aa, bagaimana menjelaskannya. Oke, ilustrasi melalui gambar sepertinya lebih mencerahkan.Untitled

(Yang kotak-kotak itu anggap saja mobil :p)

Kira-kira, apa yang dilakukan pak polisi itu? Saya sendiri tidak tahu. Tapi kalau boleh menebak, mungkin seperti ini:

Kondisi jalan menuju persimpangan kereta api di bintaro permai itu hampir selalu macet. Pernah saya dan kangmas terjebak disana 20 menit saat berangkat ke kantor. Ini motor, bung! Nah, saya tidak bisa membayangkan bagaimana orang-orang bermobil itu bisa mengulur usus sedemikian panjangnya menahan supaya bisa sabar melewatinya.

Dan sepertinya kali ini si sopir mikrolet tak sesabar biasanya. Apalagi melihat para penumpangnya yang  sudah tak enak lagi dilihat, membuatnya mengemudikan mikroletnya di luar jalur. Tapi nahasnya, Pak Polisi memergoki ulahnya dan tidak tinggal diam. Si sopir angkot disuruh naik ke kap mobil dan menginstruksikan untuk berdiri-jongkok-berdiri layaknya skotjam sambil melompat.

Oh itu hanya dugaan saya. Atau bisa saja, si sopir mikrolet tidak memiliki SIM dan Pak Polisi memintanya meminggirkan mikroletnya dan menghukumnya. Entahlah.

Banyak hal berseliweran di pikiran saya melihat itu. Sedih, kasihan, miris, marah.. lucu juga. Kalau memang penyebabnya karena macet, maka saya tidak tahu siapa yang mesti disalahkan. Ehm, ya si sopir mikrolet memang salah sih. Tapii..