Nasi Megono

Belum lebih dari hitungan bulan saya mendengar namanya, nasi megono. Kira-kira dua pekanan yang lalu lah. Waktu itu saya sedang belanja sayur-mayur dan bumbu-bumbu untuk dimasak. Iya, untuk dimasak. Kenapa terlihat kaget? 😀 Saya sendiri agak heran. Sejak saya mulai sedikit gak doyan makan, saya hanya merasa tertarik dengan masakan sendiri. Meskipun saya tau itu tidak lebih enak daripada makanan di luaran.

Oke, kembali ke ‘nasi megono’. Waktu belanja di Ponsaf itu, memperhitungkan kecepatan memasak saya yang tidak cukup mengimbangi kecepatan laparnya perut suami  :p, mata kemudian menumbuk ke arah sebuah gerobak yang kemudian saya perhatikan, menjual nasi. Begitulah awal mula perkenalan saya dengan nasi megono. Dan hari-hari berikutnya, setidaknya dalam 3 hari sekali, saya beli sarapan disana.

Nasi megono ini cukup unik. Nasinya sendiri tidak dimasak dengan penanak magis, tapi diliwet. Liwet itu cara memasak nasi dengan, ehm semacam direbus dengan membiarkan airnya sampai kering, diaduk sebentar saja, dengan api kecil sampai nasi tanak. Kadang-kadang ditambahin garam, daun salam, sama serai. Tapi yang di Ponsaf ini sepertinya tidak ditambah apa-apa. Sepertinya habis diliwet, ditanak, seperti dikukus soalnya bulirbulirnya terlihat nyata. *sok teu dan tak jelas mendeskripsi

Sedangkan sayurnya, rata-rata berupa urap. Kadang urap nangka, kadang urap genjer, kadang oncom. Oiya, mengenai urap genjer ini, awalnya saya kira urap kangkung. Tapi saya perhatikan, diujungnya ada kuncup-kuncup hijau membulat. Jangan-jangan eceng gondok, tapi.. mungkin temannya, genjer. Penasaran kemudian saya googling gambar genjer, eh ternyata benar.. Genjer genjer, neng ledokan pating keleler… Genjer genjer… Saya jadi inget tembang entu.

Satu lagi yang tak kalah menarik, sambelnya.. Wuuuhhh… bagi Anda penikmat pedas, luarrr biasa pedasnya, tapi enak. Dan disini, untuk mendapatkan seporsi nasi megono (nasi + urap + sambel) plus dua potong gorengan, Anda cukup membayar Rp 4000 saja. Murah bukan? Selamat mencoba.

Ini ada gambarnya yang saya ambil pas udah mau habis dimakan :p

Nasi Megono

Advertisements

4 thoughts on “Nasi Megono

  1. nasi megono kan khasnya pekalongan te.. 😀
    tapi kalo di pekalongan, megono itu mengacu ke sayurnya, yg berupa nangka muda yg dicacah halus, dicampur sama parutan kelapa, sama bumbu2, trus dikukus. eh bisa jg diganti sama sayur lain sih, kayak rebung gitu, tapi beda sama urap. dimakannya juga sama nasi sama gorengan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s