“Biarkan diriku dalam keadaan shalat agar tidak merasakan sakitnya”

Tentang ‘Urwah bin Zubair

Generasi tabi’in, Lahir pada tahun 23 H pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan

Adik Abdullah bin zubair, putra asma’ bin abu bakar, Cucu abu bakar ash shidiq

Suatu ketika diceritakan ‘Urwah melihat seorang laki-laki yang shalat dengan tergesa dan tidak berdoa seusainya. Kemudian ‘Urwah bertanya kepada lelaki tsb “apa engkau tidak memiliki kebutuhan terhadap Tuhanmu? Padahal aku meminta semua, bahkan garam”

Kebiasaan beliau : setiap kali memasuki kebun selalu membaca QS Al-Kahfi ayat 39

Kebiasaan yang lain : membaca seperempat AlQur’an di siang hari, kemudian dibaca lagi waktu shalat malam. Beliau selalu melakukannya kecuali malam hari saat kaki diamputasi

Cerita tentang sebab kaki beliau diamputasi :
Tentang kesabaran yang luar biasa
Suatu ketika beliau mendapat tugas menemui khalifah Al-Walid bin Abdul Malik di Damaskus. Di perjalanan, telapak kaki kirinya terkena sesuatu dan terluka. Lama-lama luka tersebut menjadi parah dan bernanah.

Sesampainya di Damaskus, luka tersebut sudah menjalar sampai betis. Beliau menemui khalifah dalam keadaan ditandu. Begitu mengetahui keadaan Urwah, khalifah memanggil dokter ternama. Dokter2 tsb memutuskan bahwa kaki harus segera diamputasi agar tidak menjalar. Keputusan itu diterima Urwah dengan tabah

Sebelum dimulai operasi, dokter menawarkan obat bius agar tidak merasa sakit ketika digergaji. Namun beliau menolaknya, “ aku tidak menyangka seorang beriman bisa minum obat yang membuatnya hilang akal dan tidak mengenal Rabbnya. Kalau mau dipotong, potonglah, biar diriku dalam keadaaan shalat agar tidak merasakan sakitnya”

Sewaktu operasi, kaki kiri digergaji, beliau tidak bergeming dan juga tidak merintih. Seselesainya dia mengatakan “
“Ya Allah, segala puji hanya untuk-Mu, dahulu aku memiliki empat anggota tubuh (dua kaki dan dua tangan), kemudian Engkau ambil satu. Walaupun Engkau telah mengambil anggota tubuhku namun Engkau masih menyisakan yang lain. Dan walaupun Engkau telah memberikan musibah kepadaku namun masa sehatku masih lebih panjang darinya. Segala puji hanya untuk-Mu atas apa yang telah Engkau ambil dan atas apa yang telah Engkau berikan kepadaku dari masa sehat.

khalifah sampai berkata,” belum pernah aku menemui syaikh sesabar dia’

Dan pada malam itu juga bersamaan dengan telah selesainya operasi pemotongan kaki, beliau mendapatkan kabar bahwa salah seorang putra beliau yang bernama Muhammad -putra kesayangannya- meninggal dunia karena ditendang oleh kuda sewaktu sedang bermain-main di dalam kandang kuda.

Maka berkatalah beliau kepada dirinya sendiri: “Segala puji hanya m milik Allah, dulu aku memiliki tujuh orang anak kemudian Engkau ambil satu dan Engkau masih menyisakan enam. Maka walaupun Engkau telah memberikan musibah kepadaku namun masa sehatku masih lebih panjang darinya. Dan walaupun Engkau telah mengambil salah seorang anakku maka sesungguhnya Engkau masih menyisakan yang lain.

Selama menunggu proses penyembuhan kakinya, beliau tinggal di kediaman khalifah sekaligus sambil menyelesaikan keperluan yang lain. setelah selesai baru kembali. Selama dalam perjalanan pulang, tidak pernah terdengar sepatah kata pun lisan beliau menyebut-nyebut tentang musibah yang  menimpa kakinya dan kematian yang menimpa putra kesayangannya. Dan juga tidak terlihat beliau mengeluhkan musibah yang menimpanya kepada orang lain.

_dari berbagai sumber_ditulis dalam rangka memenuhi tugas_eh

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s