Reblog -Bahasa Diam

Diam adalah sebuah bahasa.
Yang kadang memuat lebih akuratnya rasa daripada sekadar gemuruh wacana kata.
Diam adalah sebuah bahasa. Yang dapat disandangi dengan berupa macam interpretasi rasa dan warna.

Diam adalah bahasa. Yang senantisa kupilih ketika aku tak bisa mengutarakan apa yang menjadi keinginan karena kemajemukan hal yang kadang tak terjelaskan namun nyata kuakui dalam keberadaan.
Diam adalah bahasa. Yang selalu kupilih ketika aku tak lagi bisa menggenggam amarah yang merayapi ubun-ubun kepala. Sebab aku tlah tersakiti dan aku tak ingin menyakiti yang pada akhirnya akan lebih menyakitkan bagiku nanti.
Diam adalah bahasa. Yang lagi lagi kupilih ketika aku terluka dan membawa lari carut dan pagut yang belum sempat terobati. Setidaknya, aku memberi waktu kesempatan untuk menyembuhkan hingga luka itu kan mengering dengan sendirinya meski bekasnya takkan hilang benar.

Diam adalah bahasa. ketika aku telah tak bersuara.

Reblog from http://1ayu.multiply.com/journal/item/15/baHaSa-DiaM?replies_read=9
Really truly madly deeply miss you : Mbak Ayu

danbo dari https://i1.wp.com/4.bp.blogspot.com/-GsDn_--ZfDI/TzajUVs7tcI/AAAAAAAAAMc/gESE27h0ZH8/s1600/C_Me_Crying.jpg
Dando pict taken from here

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s