Catatan Hati Seorang Istri (Buku)

“Jika pasangan hidupmu berbuat khilaf dan berbuat salah, maka rangkullah dan segera maafkan. Jadikan dirimu tempat belahan jiwamu selalu rindu pulang, karena tahu bahwa dia akan selalu diterima dengan hati lapang”

Saya benar-benar berhenti membaca ketika mata menumbuk pada kalimat ini. Speechless. Dont know what to say. Maka benar ketika Allah menjanjikan surga bagi keridhaan tak terbatas seorang istri memaafkan kesalahan suami, yang berbakti, yang mengabdi. Saya belum lagi menyelesaikan setengah dari keseluruhan halaman buku, Catatan Hati Seorang Istri- Asma Nadia- ini, kekaguman luar biasa pada sosok-sosok bernama istri seketika menjalar ke seluruh tubuh saya.

Sebetulnya beberapa tahun lalu saya sudah membaca hampir selesai buku ini, sebelum edisi revisi. Waktu itu saya membacanya di Gramed (hampir selesai, tanpa beli!). Namun kala itu, keadaan masih jauh berbeda. Bayangan tentang pernikahan pun masih terasa mengawang-awang. Jadi, kalaupun terharu, itu hanya selesai pada titik itu saja. Dan beberapa pekan lalu, saya menemukan buku ini di tumpukan buku-buku suami (Entah sudah dibaca atau belum :p).

Dan benarlah, kita tidak akan benar2 tahu sebelum merasakannya sendiri. Saya sekarang -alhamdulillah- tak merasakan heartbreakingnya, tapi setidaknya sudah merasakan atmosfer-atmosfer kerumahtanggaan. Jadi sedikit lebih bisa memahami daripada pertama kali membacanya. Ups, siapa sih guwe ngomong begini-beginian? Menikah juga baru empat bulan.. 😀

Maka bagi Anda, yang pernah membaca buku ini ketika belum menikah. Saya sarankan untuk kembali membacanya setelah menikah. Tentu bukan untuk mengingatkan bahwa menikah itu melulu tentang yang sedih-sedih begini (kacau sekali bahasa guwe). Banyak yang bisa kita ambil dari kisah-kisah nyata yang dituturkan disana, tentang kelapangdadaan yang menyamudera, tentang kesabaran yang tak terbatas, tentang perjalanan keihklasan yang berliku, tentang empati, tentang kesyukuran, dan tentu tentang surga yang dijanjikan untuk yang lulus ujianNya 🙂

(Maaf ya, sudutpandang saya juga agak subjektif. Secara guwe juga istri. :P)

sumber gambar dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s