Memekai tanda Kebesaran-Nya

“Subhanallah” dia menggumam lirih, sepersekian detik setelah mendengar cerita kehidupan sesorang. Aku tak heran, aku sering ‘menangkapnya’ melakukan hal serupa, sertamerta bertasbih tiap kali mendengar atau membaca sesuatu, yang bahkan kadang menurutku sesuatu itu biasa-biasa saja.

Mungkin inilah yang disebut getar iman. Getar yang sangat sensitif menginderai setiap percik yang menunjukkan kebesaran-Nya. Senantiasa bertasbih memuji kebesaranNya tatkala banyak orang (termasuk saya) masih seringkali bergumam, “wajarlah seseorang itu hebat, karena memang latarbelakangnya bla bla..” atau “wajarlah dia bisa jadi hafizh, lha wong bla bla..”

Seringnya kita (saya) menggumamkan pewajaran (otomatis pemakluman atas ketidakmampuan kita) seperti itu. Bukankah sebenarnya itu adalah bentuk kecil dari kesombongan? Kesombongan untuk agak menahan diri dari memuji-Nya? Na’udzubillah. Semoga kita semua terhindar dari penghalang kebenaran ini.

pict taken from here

Advertisements

One thought on “Memekai tanda Kebesaran-Nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s