Catatan kereta 25 mei

“dek, terang banget, banyak orang” bisiknya.
Aku, yg awalnya duduk memiringkan badan semaunya agak menggelendot di kursi kereta itu, buru2 meluruskan posisi duduk.
Aku pura2 bersungut “yee.. Kan cuma nyenderin kepala, lagian ga kenal ini.” Sungut yg tak benar2 kukeluarkan karena marah atau ngambek. Justru aku senang. Aku sendiri daridulu memang agak tidak nyaman melihat pasutri (apalagi baru) yg menampakkan kemesraan di depan umum (apalagi di depan orang2 yg dikenalnya). Bukan kenapa2, hanya masalah nilai rasa saja, tak nyaman. Bahkan dulu pernah saling berjanji dg seorang kawan untuk tidak begitu -nanti-setelah-menikah. Alhamdulillah, suami lebih pemalu.

*pun untuk memposting ini, aku berkali2 memikirkannya.

Advertisements