Besok hari Jumat

Ada sedikit rasa bersalah ketika melongok tab inbox multiply, lantas mengklik my site, lantas tak menemukan tulisan baru disana. Kali ini, untuk menebus rasa bersalah itu, saya paksa diri untuk memencet2 keypad, seadanya. 😀

Besok adalah hari jum’at, hari yg, jika dalam hitungan pekan, ialah yg terutama. Juga hari dimana sorenya adl waktu membahagiakan utk sebagian besar pekerja, karena esoknya mereka libur. Maka kemudian populerlah istilah TGIF, thank God it’s friday.

Saya juga pekerja. Tapi berbeda2 dg pekerja2 lain, jam kerja saya di hari jumat lebih panjang. Kenapa? Karena posisi saya sbg sekretaris. Masih bingung? Ok, saya mulai dari awal.

Terhitung sejak sekitar 3 bulan lalu, saya dirotasi, dari pelaksana teknis menjadi sekretaris. Pekerjaan sekretaris, waktu itu dalam pikiran saya, bukan gw banget lah. Menatausahakan surat keluarmasuk, membuat surat, mengetik cepat, merapikan berkas, mengatur jadwal atasan, fotokopi, mencetak, mengangkat telpon, menerima tamu atasan, mengecek kerapian ruangan atasan, memastikan atasan sdh makan, dan segala kerjaan klerikal lain yg sop nya sudah diatur. Wew, teratur, itu sulit sekali saya lakukan. Tapi seiring berjalannya waktu, pelan2, saya mulai bisa menyesuaikan diri dg pekerjaan tsb, meski masih sering salah. :p

Pekerjaan ‘melayani atasan’ inilah yg memaksa seorang sekretaris tidak bisa pulang teng go. Demikian juga saya. Tetapi karena saya punya partner, seorang laki2 yg lebih memungkinkan pulang malam, maka saya seringnya masih bisa pulang cepat, kecuali hari jumat. Karena di jum’at, partner saya tsb mudik ke bandung, jadi saya yg bertugas standby di sekretariat.

#beneran cerita gak mutu nih