mengkapital#2

Aku kaget ketika tiba2 tangan seorang lelaki melewatiku, mengulurkan selembar uang duaribuan ke nenek2 di yang duduk disebelahku.

“Waah, terimakasih ya, naaak, Kerjanya dimana… ?” nenek itu berbinar-binar.

Si lelaki menjawab pertanyaan nenek itu sambil tersenyum. Aku, yang belum menangkap utuh, mencoba meraba kejadiannya.

Yang kuingat, beberapa menit sebelumnya, aku duduk di mikrolet ini bersama dua nenek2 dan seorang mas2. Seorang nenek disebelahku, terlihat dari ekor mataku, sedang membuka-buka setiap kantong tasnya, mencari-cari sesuatu. Lantas mengucapkan sesuatu kepada nenek didepannya. Tak kutangkap juga apa isi percakapan mereka.

Dan heei, aku mulai menyimpulkan sesuatu… Kalian juga telah menyimpulkannya kan..?

Aaah, memalukan, Te.. Sering sekali kau seperti ini, kehilangan sebagian kesadaran. Padahal seharian ini, semua baik-baik saja. Kau berangkat kerja. Bekerja. Kau bisa pulang 17.15an, seperti biasanya. Pun tak ada kejadian luar biasa yang mestinya menyandera kesadaranmu. Hei, lalu apa yang membuatmu -meminjam istilah orang- taksadarjaga, Te?
Entahlah…
Kehilangan konsentrasi? atau memang telinga dan mata tak peka lagi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s