Aku lupa

“… Allah tidak suka orang sombong dan membangga2kan diri” (4:36)

Deg!
Terasa seperti aliran darah membentur sesuatu. Tersendat beberapa saat. Seketika hal2 yg ku alami belakangan ini berkelebatan satu per satu.

Tentang mendengar. Bahwa telinga itu berbilang lebih daripada mulut. Beberapa hari ini aku melupakan teori ini.

Tentang kesombongan. Bahwa ia menghalangi hati dari kebenaran. Bukan, bukan sombong atas kebaikan, tapi juga keburukan. Kenapa bangga dengan hal yg tak baik? Aku lupa belum menjawab pertanyaan ini.

Dan tentang ‘aku’. Aku kadang ‘benci’ mendengar kata ini disebut banyak2. Tapi aku lupa, saat itu, aku juga sedang mengucapnya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s