catatan ibukota 2


Cubit, te…! ngantuk” katanya sambil mengulurkan tangannya, seusai salam rakaat ke-4.
Kamu capek banget ya…? ” tanyaku sambil melakukan permintaannya.
Dia lantas menyebutkan beberapa tempat yang didatanginya seharian ini
, ” dan baru nyampek kosan hampir maghrib, trus mandi, langsung kesini“, lanjutnya.

Ah, kau tidak pernah berubah, kawan. Kau tidak pernah membiarkan sedikit-pun waktumu tersia. Semangatmu melakukan kebaikan dan perbaikan, mengalahkan udzur-udzurmu…

Aku ingat, tadi aku hampir membatalkan ikut i’tikaf hanya gara-gara bersin-bersin terus sejak pagi. Aku pun malu. Malu sekali…

Seusai salam dua rakaat berikutnya…
Te,…!” dia menyodorkan segelas kopi instan.
Lumayan, bisa sedikit menahan kantuk” lanjutnya.

Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia

21 Ramadhan 1432 H
19.xx


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s