konformis

Kata orang, bukan suasana yang harus diganti, tapi rasa yang mestinya diperbaiki. Ah, hidup memang tak selalu menyenangkan. Semua yang terjadi tak selalu kita inginkan. Apa yang kita hadapi tak selalu kita kehendaki. Pun orang-orang yang kita temui, tak semuanya seperti yang kita harapkan.

Seorang schizophrenia itu gila menurut kita. Tapi di rumah sakit jiwa, kita lah yang dianggap gila. Lantas, apakah ketika di klinik jiwa, kita harus berpura2 gila hanya sekedar agar dianggap ‘tidak gila’? Semestinya tidak. Namun kadang, kita begitu takut dianggap gila, begitu takut tidak diterima. Hingga akhirnya kita menyerah, dan menolerir sedikit demi sedikit diri kita, dan berpartisipasi dalam kegilaan itu.

Dan, senyuman kecil atas perbincangan yang sekiranya tak berguna, tak bermutu, cenderung mengarah ke dosa, -apakah artinya sebuah peran serta untuk mengiyakannya? Sekali lagi, HANYA demi ‘diterima’.

Eh, ‘HANYA’? Bukankah ‘diterima’ itulah memang visi seorang muslim?
#galau
#berteman itu tidak mudah
#edisi diklat prajab (BDK Malang, 20 Juni-1 Juli 2011)

Advertisements