bukan dudulz

Terakhir saya mengalami insomnia saat masih SMA. Benar-benar menyiksa. “Udah, kamu jangan berfikir gak bisa tidur! Makin gak bisa tar...” teman saya berkali-kali menyugesti demikian. Sejak masuk kuliah, sampai sekarang, alhamdulillah tidak pernah merasakan lagi susah tidur. Yang ada malah sebaliknya. Pelor, orang bilang demikian, tiap nempel molor.

Dan belakangan, pelornya ini makin parah. Malah gak nempel-pun, bisa molor. Kemarin, nunggu absen siang sambil duduk2 di aula kantor, ketiduran. Sampe orang-orang gak tega bangunin. (fyi. untuk DJP Jatim, absennya 4 kali. masuk-istirahat2x-pulang). Tadi malem, 5 menit menjelang adzan isya’, ketiduran, masih diatas sajadah. Tadi pagi, sambil nunggu adzan shubuh, kira-kira 3 menit lagi, sambil baca-baca buku, ketiduran lagi. Errrrr… Parahhhh… Agak siangan dikit, buka buku, ketiduran lagiiiii…. (udah kehabisan ekspresi). Saya mulai ilfil pada diri sendiri. Mulai anti melihat tempat nyaman. Mulai menghindari pewe. Baca buku? Koridor atau balkon sana!

Kalau dipikir-pikir, kerjaan saya tuh gak capek-capek amat. Pekan ini di TPT. Sepanjang hari cuma duduk di loket. Kurang olahraga? mungkin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s