Tentang sabar… dan mengeluh…

Abul Hasan suatu ketika melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri-seri wajahnya…
“Demi Allah, aku belum pernah melihat wajah secerah ini. Pasti ia sedang tidak resah atau risau…”
“apa katamu? Demi Allah, akupun terbelenggu…”

“apa yang engkau risaukan?”
“di rumah aku bersama 3 orang anak. Suatu ketika anakku yang paling besar menunjukkan cara menyembelih kambing kepada adiknya dengan menyembelih adiknya tersebut. Kemudian karena ketakutan, ia kabur dari rumah dan akhirnya dimakan seekor serigala…
Ayahnya pergi mencarinya dan akhirnya meninggal karena kehausan…
Ketika aku mencari suamiku, anakku yang yang paling kecil merangkak ke periuk berisi air panas. Airnya tumpah, dan habislah kulitnya…
Kabar ini terdengar sampai anak pertamaku yang sudah menikah dan tinggal di daerah lain, menyebabkan ia pingsan, dan akhirnya meninggal…
Kini… aku hidup sebatang kara….

————– > ah, sanggupkah kita bersabar jika mendapat cobaan seperti wanita tsb???
Sanggupkah kita masih bermuka cerah??? Sanggupkah kita untuk tidak mengeluh???
tiada seorangpun yang dapat membedakan sabar dan mengeluh, melainkan ia menemukan diantaranya dua jalan yang berbeda…
Sabar… memperbaiki yang lahir…
Maka itu lebih baik dan terpuji akibatnya….
Sedangkan mengeluh hanyalah kesia-siaan belaka…

(saya lupa sumbernya darimana, menemukan catatan ini di arsip lama)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s