Merdeka!

Sharing is caring
Berpegang pada prinsip inilah makanya saya banyak membuat coretan, entah apakah bisa disebut sebagai sharing atau tidak. Karena nyata-nyata, tulisan saya banyak curhatnya, banyak emosinya yang meluap-luap.

Entahlah… emosi ini mudah sekali terpancing dan mudah sekali berubah-ubah. Cepat marah mengetahui suatu kejadian, cepat juga melo terbawa suasana lain. Perasaan ini begitu mudah terpengaruh kejadian di luar. Hasbiyallah wa ni’mal wakil -perkataan abul anbiya’, Allahu sh shamad-kalamallah, yang selama ini dijadikan motto hidup ternyata baru sebatas cita-cita. Ternyata tidak mudah menjadikan Allah satu-satuNya tempat bergantung, tempat bersandar…. Jiwa ini belum merdeka. Jiwa ini masih seringkali bersandar pada makhluq. Jiwa ini masih dibatasi ulah-ulah makhluq yang menyakitinya. Ah, harusnya jiwa ini tak mempedulikannya dan menari di atas semua batas.

Apa yang mereka lakukan kepadaku?” kata Ibnu Taimiyah ketika dipenjara, “Jiwaku merdeka dalam genggaman Allah. Jika aku dipenjara, jadikanlah ia rehat. Jika dibuang, jadilah ia tamasya. Jika dibunuh, apalagi yang lebih kurindukan selain menemui Allah...”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s