cara langit

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap orang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah…(QS An-Nur: 2)

Saya tertegun tatkala berusaha merampungkan Shahih Sirah Nabawiyah al-Mubarakfury (telat sekali… setelah sekian lama terputus-putus dan tersendat-sendat). “Penggal kepalanya…!”, “kejar, dan bunuh…!”, kata-kata seperti ini begitu mewarnai kisah perjalanan sang pembawa wahyu tersebut. Rasulullah juga tidak sedikit mengirimkan satuan pasukan untuk menyerang kafilah dagang Quraisy dan mengambil harta rampasannya; menyerang kelompok yang melakukan makar dan penghianatan, memenggal yang laki-laki, menawan yang perempuan, dan merampas harta benda mereka.

Perang dan perang. Jujur, naluri manusia saya merinding. Saya takut darah. Sifat compromistic dan permissive saya sedikit bereaksi. Saya tahu ini adalah cara yang dikehendaki langit. Hukum tidak didasarkan pada belaskasihan. Tetapi, saya masih begitu lemah dalam ini. Bahkan hukum qishash dan rajam masih terdengar ngeri di telinga saya. Hhhh, agama ini mudah, tak seharusnya lantas memudah-mudahkan, te…!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s