memang butuh kesungguhan

Saya yakin kawan-kawan sudah sangat hafal dan mengerti tentang sebuah hadits yang berkenaan dengan program hidup kita.
“Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka”

Hadits diatas memang banyak dikenal sebagai hadits dhaif. Para ulama banyak yang masih berselisih pendapat mengenai kebolehan mengamalkan hadits dhaif seperti ini. Sebagian memperbolehkan jika tidak berkaitan dengan aqidah dan ahkam, yaitu jika dipakai untuk fadhaailul amal (keutamaan amal) dengan syarat-syarat tertentu. Sebagian lagi mengatakan tidak. Saat ini kita tidak akan membahas ini karena kadar ilmu saya belum cukup…^^. Tetapi, saya cenderung kepada pendapat yang membolehkan. Karena hadits (yang dhaif) ini menurut saya cukup memotivasi kita untuk memperbaiki diri. Semoga ini tidak termasuk memudah-mudahkan… ^^

Berbicara tentang perbaikan diri, saya ingat sebuah ayat dalam al-Qur’an, dalam surah al-insyiqaq : 19 “Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)”. Ini menggambarkan sebuah proses peningkatan (bukan penurunan), baik secara fisik maupun psikis, yang zhahir maupun yang bathin. Ini adalah sebuah keniscayaan.

jujur, dinding-dinding hati saya bergetar melihat semangat beberapa sahabat saya dalam memperbaiki diri mereka. Rasanya malu melihat kesungguhan mereka. Saya, dan juga anda kawan, pasti pernah bertekad, atau setidaknya berniat untuk mengupgrade diri. Ketika semangat lagi full-fullnya, ketika ruh lagi bergelora-bergeloranya, azzam memuncak, tersusunlah entah itu program, target, mimpi, bahkan kesepakatan-kesepakatan dengan partner dsb. Pun saya demikian, mempunyai MoU dengan sahabat saya yang kami buat saat ‘ngeteh’. Target telah dibuat, tentu dengan spesifikasi masing-masing, perjanjian pun ditandatangani. Awal-awal, semua berjalan sesuai rencana. Tapi semakin lama….. ahhh. Kenapa sulit sekali menjaga komitmen….???

Selain target yang disepakati bersama, ada pula program yang sengaja dibuat pribadi. Tapi sepertinya saya akan menyimpulkan bahwa saya akan lebih optimal jika ada tekanan. Sulit sekali membangun kesadaran diri. Kenapa semangat yang dulu sempat menyala-nyala untuk terus memperbaiki diri, untuk terus meningkatkan kualitas diri, jadi kian meredup seperti ini….

ayo, kawan… bantu saya biar kembali ber…
s e ma n g a t!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s