Wanita dan Kereta

"Pegawai pajak kok naik kereta ekonomi..." kawan saya menirukan komentar seseorang ketika ia menyampaikan rencana kepulangannya. Saya nyengir krik-krik aja mendengarnya.Pertama, kami belum resmi jadi pegawai pajak.Kedua, kalau memang pegawai pajak, dosa gitu naik kereta ekonomi? *sighSaya pribadi sudah terbiasa dan akrab dengan kereta ekonomi. Rasanya benar-benar merakyat. Hanya sesekali naik kereta bisnis atau bis … Continue reading Wanita dan Kereta

Advertisements

penyikapan

bismillah... coretan ini dibuat di tengah hirukpikuk registrasi online cpns djp... hari-hari dengan atmosfer menegangkan... dan memang, kedewasaan seseorang dalam menghadapi sebuah permasalahan diuji di sini. nampak sekali... tidak sedikit yang ngomel-ngomel mencak-mencak... mengeluh. dan saya akui juga, sekali dua kali lisan ini juga sempat mengeluarkan keluhan itu. ... ... dan mendadak menjadi egois... sibuk … Continue reading penyikapan

coretan ahad

Bercerminlah, tapi bukan untuk takjub pada bayang-bayang seperti Narcissus, atau telaganya. Menjadikan sesama peyakin sebagai cermin berarti melihat dengan seksama. Lalu saat kita menemukan hal-hal yang tak berkenan di hati dalam bayangan, kita tahu bahwa yang harus kita benahi bukanlah sang bayang-bayang. Kita tahu, yang harus dibenahi adalah diri kita yang sedang mengaca. Yang harus … Continue reading coretan ahad

belum terlambat

Disela-sela asyik membuka-buka info pemberkasan, deg... benarkah ini...? Sayup-sayup terdengar suara perempuan mengaji dari balik korden. Lamat-lamat makin saya perhatikan, akhirnya saya yakin bahwa ibu saya yang sedang membaca alqur'an. Sejenak konsentrasi saya buyar, mata berkaca-kaca. Saya mencoba lebih khusyu' mendengarkan. Ya, dan bolehlah saya menebak, itu adalah surah Yasiin.Saya tidak begitu ingat kapan terakhir … Continue reading belum terlambat

ceroboh

“ojek, mbak?”“becak, mbak?”“kemana, mbak?”“pondok, ya?”Kalimat-kalimat itu sungguh familiar di telinga saya. Itu jugalah salah satu alasan yang membuat saya agak malas ke stasiun. Ya, oke, saya tahu, mereka mencari nafkah untuk keluarga mereka. Bahkan tidak jarang saya membayangkan anak istri mereka menunggu sang ayah dengan perut keroncongan di rumah. *halah! Lebay. Tapi jujur, berondongan pertanyaan … Continue reading ceroboh

catatan wisuda part 1

hari ini, orangtua temen2 saya mulai berdatangan. mereka akan menghadiri prosesi wisuda besok. orangtua saya tidak datang, karena saya tidak ikut wisuda. salah satu kawan saya, ketika mengetahui keputusan saya ini, terheran-heran, "ya ampun, te. ini tuh momen bersejarah yang mungkin hanya akan terjadi sekali seumur hidup. ayolah, te... bla bla bla". saya tetap bersikekeuh, … Continue reading catatan wisuda part 1

peka

seandainya kita mau sedikit saja mencoba merasa apa-apa yang terjadi di sekitar kita, seandainya kita mau sedikit saja merasa apa yang dirasa orang lain... seandainya kita mau sedikit saja membuka indera-indera kita...banyak orang baik di dunia ini, tapi sedikit diantaranya yang bisa peka, yang bisa tanggap apa yang dibutuhkan oleh saudaranya. ya, tidak wajib memang. … Continue reading peka

iri, dengki, dan ikhlas (lagi)

pernahkah kalian merasa iri, kawan? tak perlu dijawab. jawabnya hampir pasti, pernah.iri itu menginginkan sesuatu yang dimìliki orang lain. kalo berhubungan dengan pihak ketiga namanya cemburu. dan kalo diikuti perasaan tidak senang namanya dengki. iri dan dengki adalah salah dua sifat tidak terpuji. normatif sekali. kita semua mempelajarinya sejak SD. tapi praktiknya tidak semudah itu, … Continue reading iri, dengki, dan ikhlas (lagi)

catatan 2 oktober

belakangan ini, untuk kedua kalinya saya membaca "bagaimana menyentuh hati"nya abbas as-sisiy. sudah setahun lebih sejak pertama kali saya baca ternyata belum banyak mengurangi keruwetan di kepala saya tentang hakikat menyentuh hati, basa basi, dan lebay. terkadang saya merasa perbedaannya begitu tipis hingga membuat saya bingung membedakannya.saya paling tidak suka basa-basi. ingin sekali bisa melakukan … Continue reading catatan 2 oktober