tidak suka orang sesuai kadar keburukannya

setiap orang pasti memiliki kebaikan di satu sisi dan keburukan di sisi lainnya, sebagaimana Allah telah mengilhamkan jalan kefasikan dan ketaqwaan sekaligus. mana yang dominan tergantung pilihan masing-masing. karena kebaikannya inilah ia dicintai dan karena keburukannya inilah ia dibenci. ya sesuai kadarnya. maka kita harus memilah-milah, tidak menyukai seseorang hanya sebesar kadar keburukannya saja. jadi gak gebyah uyah. ketika kita tidak menyukai seseorang karena dia terlalu banyak ketawa, ya udah, jangansukai dia karena ketawanya itu. bukan lantas memandang miring dia dalam segala sendi kehidupannya.

mari kita lihat bagaimana Rasulullah mencontohkan cara bermuamalah dengan shahabat ‘setengah-setengah’nya.
tersebutlah abdullah bin himar, shahabat yang suka membuat Rasullah tertawa. pernah suatu ketika ia menyuruh penjual roti untuk mengirimkan roti kepada Rasulullah. tapi dia tidak membayar roti tsb. si penjual roti sambil mengirimkan roti untuk Rasulullah sambil meminta Rasulullah membayarnya. Rasulullah telah ‘dikerjain’, tapi akhirnya beliau malah tertawa.

Sayangnya, abdullah suka minum khamr. sudah berkali-kali minum, berkali-kali dihadapkan kepada Rasulullah, dan berkali-kali dicambuk. hingga suatu ketika seorang shahabat menghujatnya, “betapa sering dia didatangkan dalam keadaan mabuk”
“jangan menghujatnya. sejauh yang aku tahu, dia mencintai Allah dan RasulNya. hanya karena tidak bisa mengendalikan nafsunya, dia sering minum khamr” jawab Rasulullah (dari shahih bukhari, redaksi sesuai ingatan saya)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s