bidadari-bidadari surga -tere liye

saat ada ular pemangsa yang mengancam sarangnya, saat ada hewan buas lain yang mengincar anak-anaknya, induk kukang akan habis-habisan mempertahankan sarang. sampai mati. dan ketika ia sekarat, ia akan mengambil cairan di ketiak kiri dan kanan kemudian menggabungkannya. ini akan menjadi racun mematikan yang membunuh binatang buas yang memangsanya. iya, agar anak-anaknya selamat ia rela mati dengan pemangsanya.

gambaran tersebut sangat mewakili karakter Laisa dalam novel ini. keren. keren banget. energi pengorbanan seorang kakak yang luar biasa… ia benar-benar menunaikan janjinya. janji untuk menjaga adik-adiknya. janji agar mereka tetap sekolah. janji bahwa yang boleh malu itu hanya kakak, bukan adik-adiknya. hhf, sukses membuat saya termehek-mehek. apakah semua sulung melakukan hal tersebut untuk adik-adiknya? *tanya serius

tiba di kalimat ini, saya berhenti. – Kak laisa tidak pernah berubah. ia selalu ingin mendengar apa yang dikerjakannya (adik-adiknya)-. ehm, entahlah, terus terang saya iri sekali dengan dalimunte, ikanuri, wibisana, dan yashinta. hhh… sudahlah.

satu lagi pelajaran yang saya dapatkan, yaitu tentang urusan pelik dalam hubungan kakak-adik, yakni ‘melintas’ (tahu maksud saya?). rumit memang. tak hanya karena ini agak negatif dalam pandangan kebiasaan/adat dalam masyarakat. tapi lebih rumit dari itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s