free rider

dalam teori keuangan publik, spesifiknya lagi -barang publik, ada istilah free rider alias penumpang gratis. free rider ini berharap bisa menikmati manfaat barang publik kolektif tanpa membayarnya, misal tidak membayar pajak padahal menikmati fasilitas umum. (anak STAN banget maunya yang gratis-gratis)


manusia, fithrahnya, menyukai predikat baik. entah apakah itu memang untuknya atau bukan. biasanya orang merasa hebat di hadapan orang lain kalau ia punya kelompok/geng yang terdiri dari orang2 yang hebat, merasa ‘alim kalau punya teman2 yang berilmu dan sebagainya. padahal belum tentu to? yah, hati2 dengan lisan yang keseleo mengatakan (dalam terjemahan bebas saya), ” ini lho gw, kos di rumahrumahan, kosnya para aktivis” atau ” gw kelas 3z lho, kelas ikhwah” atau ” gw se-liqa’ lho sama si sholeh”

semoga kata2 yang terjemahan bebasnya seperti itu tidak pernah keluar dari lisan-lisan kita, amin. karena itu sungguh menyakitkan bagi yang mendengarnya, kawan. walaupun, sekali lagi, redaksinya tidak seperti itu. tapi perasaan manusia bisa bebas menerjemahkan ke arah itu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s