tulus dan ikhlash

‘tulus’ dan ‘ikhlash’. suka sekali dengan dua kata ini. suka sekali.

saya lebih dulu mengenal tulus daripada ikhlash. tulus itu., entahlah, rasanya tak bisa menggambarkannya. kecintaan kepada saudara, kawan, ataupun makhluk lain akan menghadirkan sebuah ketulusan. ketulusan akan melahirkan sikap tidak mengizinkan jika suatu kesulitan, kesedihan, atau bahaya menimpa yang dicintai. semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah senantiasa tercurah untuk kalian…

ikhlash… urusan hati yang amat sulit. murni. tak boleh terkotori. “sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, tuhan semesta alam” al-An’am 162.

batas antara ikhlash dan tidak begitu tipis. bahkan, tanpa hati yang jernih, kita tidak akan menyadari bahwa niat telah terkotori. saya pun begitu takut jika ternyata dalam menulis ini ada kotoran yang membonceng… biar terlihat keren, biar dikomentari orang, atau untuk mencitrakan diri gimanaa gitu. argh…

popularitas.. siapa yang tak menginginkannya? label ‘aktivis’, wow keren sekali…
tapi, tegakah saya melihat Allah cemburu? sanggupkah saya menerima konsekuensi kecemburuanNya?

ikhlash… tidak akan enggan atau merasa terendahkan ketika melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil dan sederhana..

ikhlash… tidak akan enggan melakukan banyak pekerjaan walaupun namanya tak akan dikenal banyak orang..

ikhlash… senang jika kebaikan terealisasi di tangan saudaranya sebagaimana terlaksana di tangannya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s