arkaanush shalah

Menurut 3 Imam (4, selain Hanifah), ‘rukun’ itu sama dengan ‘fardhu’, kecuali dalam ibadah haji.
Rukun-rukun shalat:
1. Niat
(menurut Hanifah, niat bukan merupakan rukun, tetapi penyempurna).
-Niat yang tidak dilakukan bersamaan dengan perbuatan hanya pada ibadah puasa.
-Menzhahirkan niat dilakukan untuk memperkhusyu’ saja.
menurut syafi’i, lebih baik dilafadzkan.
-Kalau yang dilafadzkan tidak sesuai dengan di hati, yang diperhitungkan adalah hati. (misal karena kesalahan melafadz niat)
bahkan ketika akad nikah pun, jika meniatkan mahar untuk membayar utang, maka selamanya akan dianggap pezina (karena pernikahan tidak sah)

2. Takbiratul ihram
Artinya mengharamkan perbuatan yang tadinya boleh, dan yang menghalalkan lagi adalah salam.

3. Berdiri bagi yang mampu, pada shalat fardlu.
-shalat diatas kasur tidak sah, karena tidak mampu menyangga. (kalau beralas yang empuk? untuk pejabat?!!! -,-“)

4. Membaca surah al-fatihah
Menurut Hanifah bukan rukun, analog dengan ‘niat’.
Jika shalat berjamaah : menurut Syafi’i, makmum mutlak wajib membaca al-fatihah.
Menurut Maliki, ketika bacaan sirr >> makmum wajib membaca al-fatihah, ketika jahr >> tidak wajib

5. ruku’
Cukup ketika menundukkan punggung. Posisi terbaik menurut hadits adalah tangan ruku’; arah pandangan mata ke kaki berpijak; jka diletakkan papan dipunggung, rata (tidak miring).

6. i’tidal
Seluruh persendian tidak pada posisi bengkok.

7. Sujud
-Saat dimana paling disukai Allah. filosofinya : meletakkan anggota tubuh paling baik (kepala) di tempat yang rendah —>>> menghinakan diri di hadapan Allah.
Haram bersujud kepada selain Allah —>>> haram menghinakan diri kepada selain Allah
-Bagi wanita, telapak tangan tidak boleh terhalang mukena.
-Pada sujud terakhir disunahkan berdo’a

8. Duduk iftirasy diantara 2 sujud

9. Duduk tasyahud akhir
Posisi tawaruk. kalau berdesak-desakan disunahkan posisi iftirasy.

10. Tasyahud akhir

11. Shalawat atas nabi

12. Salam yang pertama

13. Tertib

Tambahan:
a. Tiga arah pandangan :
-ke kaki berpijak : waktu ruku’
-ke jari menunjuk : waktu … jari menunjuk
-ke tempat sujud : selain 2 diatas
-ke arah pandang lain : sah tapi makruh

Shalat boleh tidak menghadap kiblat (mendapat rukhshah) pada keadaan:
shalat sidratul khauf (keadaan sangat takut)
shalat sunnah dalam perjalanan diperbolehkan (perjalanan wajib, sunnah, mubah)
(perjalanan wajib : perjalanan ketika mau melaksanaka haji
perjalanan sunnah : berkunjung ke makam Rasul, dsb
perjalanan mubah : untuk berniaga dsb
perjalanan makruh : perjalanan istri yang tidak diizinkan suaminya
perjalanan haram : untuk kemaksiyatan)

Kalau sambil jalan kaki, pada 4 keadaan harus menghadap kiblat yaitu takbir, ruku’, sujud, duduk
Kalau naik kendaraan, mengarah kemana kendaraan mengarah. (hati-hati kalau naik kereta sering menghadap ke belakang)

b. 7 anggota sujud : 2 lutut, 2 telapak tangan, 2 pasang ujung jari kaki, kening. (Ahmad >> ditambah hidung)

c. Menurut imam syafi’i, menggerakkan jari telunjuk itu makruh, karena menghilangkan kekhusyu’an orang di sebelahnya. tetapi ada 13 hadits mengenai ‘menggerakkan jari’ ini.

d. Syuthrah, meningkatkan kekhusyu’an, hukumnya sunnah.
diletakkan di depan kita shalat……….. sebagai batas orang boleh lewat. sajadah termasuk syuthrah?

Fiqhus Shalat
disampaikan Ust Saman
pertengahan tahun 2008

#ngumpulin catatan-catatan ma’had yang tercecer yang hampir sudah tak berbentuk#

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s