sumpah pocong = mubahalah ?

Tak sengaja lewat depan rumahmu… eh, lewat depan teve ding, sekilas terdengar bahwa Ariel dan Luna Maya diminta oleh xxx (lupa) untuk melakukan sumpah pocong untuk membuktikan bahwa mereka tidak bersalah (perasaan hukum di Indonesia tidak mengenal pembuktian tidak bersalah deh_apa sih istilahnya, lupa). Kasusnya gak perlu saya ulang di sini. Sumpah pocong dilakukan dengan memocongi orang yang bersumpah (tapi tidak persis seperti ketika mengkafani jenazah), kemudian orang tsb diminta bersumpah tentang sesuatu. Jika ia berbohong, maka ia akan mendapat laknat dari Allah, katanya.

Di kalangan masyarakat, banyak yang menganggap sumpah ini adalah ajaran Islam, padahal tidak. ini hanyalah tradisi yang kemudian dikait-kaitkan dengan konsep mubahalah dalam Islam.

Diriwayatkan ketika Rasulullah mengajak seorang uskup Najran dan pendeta Nasrani untuk masuk Islam, tapi mereka mengatakan, “ kami sudah lebih dahulu muslim daripada kamu”
Jawab Rasul, “ kalian bohong. Tiga hal yang menghalangi kalian dari Islam, yakni perkataan kalian ‘Allah mengambil anak’, sujud kalian kepada salib, dan makanan kalian adalah babi”
Mereka berkata, “siapakah ayahnya Isa?!”
Lalu turunlah ayat dibawah ini.

sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya,” jadilah!” seorang manusia, maka jadilah. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu. Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya), “marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian mari kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang berdusta” (QS Ali-Imran 59-61)

Kemudian Rasul mengajak mereka bermubahalah. Sebagian mereka mengatakan kepada sebagian yang lain, “jika kalian melakukan maka bukit ini akan menjadi perapian yang membakar kalian. Maka sesungguhnya Muhammad adalah nabi yang diutus, dan sesungguhnya kalian telah tahu bahwa ia datang kepada kalian dengan sesuatu yang dirinci tentang Isa”
Kemudian bertanya kepada Rasul,” apa yang kamu tawarkan kepada kami selain (bermubahalah)?”
Jawab Rasul, “ masuk Islam, jizyah, atau perang”. Maka mereka memilih membayar jizyah dan kembali ke negeri mereka. (Al Mausuah Al Fiqhiyah juz II hal 13128-13129).

Sebagaimana kisah diatas dapat diketahui mubahalah dilakukan oleh dua orang yang berselisih yang masing-masing berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh agar Allah menjatuhkan laknat kepada pihak yang zhalim atau dusta. Tetapi tidak seharusnya seorang muslim segera menerima tantangan mubahalah dari sesama saudaranya yang muslim. Bahkan Rasulullah hanya melakukan sekali dalam hidupnya. Artinya mubahalah bukanlah perkara yang bisa dianggap mudah. Dan alangkah baiknya jika dua pihak yang berselisih ini menyelesaikan perkara mereka dengan cara lain yang lebih baik. Sebagaimana yang diriwayatkan Muslim dari Abu Hurairah, “ janganlah kalian saling hasad, saling bersaing dalam penawaran barang, saling membenci, membelakangi, dan janganlah sebagian dari kalian menjual diatas penjualan sebagian lainnya dan jadilah kalian hamba-hamba yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzhaliminya, tidak merendahkannya, tidak menghinakannya. Dan sesungguhnya takwa itu disini (beliau mengisyaratkan pada dadanya sebanyak 3 kali)”.

*dari berbagai sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s