fiqh shalat, sebuah pengantar

Awal pensyariatan shalat 5 waktu adalah pada saat mi’raj, sebelum hijrah, fase makkah.

Sedangkan khamr haram pada fase madinah, setelah pensyariatan shalat. Ingat cerita sahabat yg menjadi imam ketika mabuk? Nah, setelah itu turun ayat pengharaman khamr.

(Berarti ahmad mussadieq salah dong. Dia mengatakan shalat 5 waktu disyariatkan pada fase madinah- eh agak lupa lanjutan penjelasan ini)

Sebelum Allah mewajibkan shalat 5 waktu, sudah ada perintah shalat dlm Qs 73:2 ” berdirilah di malam hari, kec sedikit “
Bagi Rasulullah, wajib 5 waktu + qiyam lail

Batas muslim dan bukan adalah shalatnya. Lantas bagaimana dengan yg mengaku Islam, menjalankan beberapa syariat islam, tetapi tidak shalat?

Kembali ke aqidah. Kalau seseorang tidak shalat karena halangan yg sebenarnya bisa diminimalisir, tetapi dia yakin kalau shalat itu wajib, maka dia muslim. Tinggal bagaimana nanti dihisab diakhirat. Jadi ukuran aqidah itu persepsi, bukan implementasi.

Khusyu’ tidak bisa lepas dari koridor khusyuk Rasulullah, yaitu ketika:
-shalat berjamaah dan mendengar bayi menangis, shalatnya dipercepat.
-kalo shalat jamaah yg dibaca surat pendek.
-kalau shalat sendiri, yg dibaca surat panjang.
-kalau ada yg lewat didepannya, dihalangi.

Fiqh shalat
Disampaikan Ust. Saman
Ma’had tarbiyah 28 Feb 10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s