catatan Selasa 4 Mei

Adzan zhuhur berkumandang, mengajak langkah kaki berhenti tepat di depan sebuah mushola kecil.Apa nama tempat ini, saya tak tahu. Mushola kecil, hijau (belakangan jadi menyukai warna ini), bersih, wangi… sungguh menyenangkan seandainya bisa berlama-lama di sini.
Seorang kakek sedang menekuri sujudnya, shalat rawatib. Kiranya benar, memang suara beliau yang barusan memanggil-manggil para hamba untuk segera menemui Rabbnya, terdengar parau karena usia.
Beberapa menit kemudian, datang seorang kakek lagi. Setelah selesai dua rakaat sunnahnya, datang 3 orang lagi nenek-nenek, dan seorang kakek. Jadi jumlahnya di mushola itu tujuh orang, tiga kakek-kakek, tiga nenek-nenek, dan saya.
Ah, ternyata… sering sekali menjumpai kejadian seperti ini. Di kampung saya, di tempat kos saya waktu SMA, di sini, dan mungkin di banyak tempat lain juga. Kemana orang-orang muda? Apakah mereka merasa yakin masih diberi umur panjang… dan kemudian ‘merencanakan’ untuk bertaubat nanti, kalau sudah tua???

*masih menunggu Pak Sampang untuk wawancara, yang konon katanya beliau adalah Pengurus Barang tahun 2009, sekarang di mutasi ke Kecamatan Jambon.
12.29 @ DPU

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s