Kejawen

Wali songo… siapa yang tak mengenalnya… peran mereka dalam penyebaran Islam di Indonesia sangat besar. Dengan metode pribumisasinya, Islam menjadi mudah diterima rakyat Indonesia. Walaupun memang Islam dan budaya akhirnya menjadi agak bias dikalangan rakyat awam. Ya itu resiko. Nah sekarang lah tugas kita untuk ‘membersihkannya’….

Hal yang paling signifikan yang kita dengar tentang dakwah mereka adalah tentang memasukkan unsur-unsur Islam dalam budaya. Misal wayang, sesajen, sampai istilah-istilahnya. Katakanlah sekaten dari kata syahadatain.

Ngobrol-ngobrol masalah ini, kemarin saya menemukan sebuah fakta baru (wushh..). Yaitu kata apem (kue itu lo), berasal dari kata ‘affuwun (semoga Allah mengampuni mereka). Sampai sekarang pun orang-orang di kampung saya kalau ngadain selametan (diniatkan shadaqah semoga), selalu membuat kue apem. Saya baru menangkap maksudnya… biar orang yang meninggal diampuni dosa-dosanya.

Kemudian satu lagi iwel-iwel (makanan dari tepung ketan kalau gak salah ^^v) itu berasal dari kata wa liwalidayya. Makanan ini dibuat setiap kali ada bayi lahir. Maksudnya biar si bayi menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya.

Ow.. jadi gitu. Saya baru tahu. Bahkan Ibu saya pun juga baru tahu walaupun beliau dari dulu juga melakukan tradisi ini. Wah, memang pola fikir Ibu saya sederhana. Menerima apa yang diwariskan orangtua dan lakukan! Gak usah banyak nanya!!!

Tipikal perempuan Jawa, sepertinya saya juga…

(kabuur… sebelum ada perempuan jawa yang ga terima)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s