Guyonan -‘ala kulli-

Saya suka becanda, haha hihi gak jelas.. Dry humor, tanpa hasil. Tapi sebenarnya ada guyon yang jauh lebih bermanfaat, bukan sekedar urusan tertawa. Ia bisa menjadi aksi perlawanan.

Seperti yang dilakukan Pak Butet Kertaradjasa dan ‘konco2’. Mereka dengan indera yang tajam mampu melihat hal remeh temeh, yang terlupakan kebanyakan orang, dan dengan jenaka disampaikan dalam sebuah tulisan dan teater (monolog). tajam namun lucu, mengejek tapi santun.

memang, kadang guyonan lebih efektif daripada koar2 yang menghabiskan energi.
penguasa diberi kekuasaan oleh rakyat untuk mengurus rakyat. Kalau penguasa melakukan ‘kesalahan’, pasti akan menimbulkan protes dari rakyat. Karena itu, penguasa tidak boleh ‘salah’, tapi boleh bohong.. hehe.. itulah bedanya dengan bawahan (katakanlah punakawan, 4 tokoh wayang :semar, gareng, petruk, bagong) yang boleh salah tapi tidak boleh bohong… Beda. jelas beda. dan selamanya punakawan tidak bisa menjadi penguasa. Gus Dur adalah contoh punakawan yg maksa jadi penguasa.

Kritikan2 yang dilontarkan punakawan ini kelihatannya senda gurau, tapi nyatanya membawa ‘pesan sponsor’ dari rakyat jelata. “ngono ya ngono ning aja ngono”. Tapi dengan bentuk tubuh dan wajahnya ‘abnormal’, sedikit lucu, aneh dan lugu, sehingga apa2 yang diperbuat sulit dimarahi penguasa.

Oya, judulnya ‘guyonan ala kulli’ maksudnya bukan ‘guyonan dg cara kuli’, tapi ‘guyonan penguasa’. Namanya penguasa pasti terkait rasa ‘paling’, paling berkuasa, paling pintar, dan paling2 lain.. dalam bhsa arab, ‘ala kulli..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s