Ada apa dengan Cinta?

Cinta…selalu membuat saya terpana. Banyak orang bisa melakukan hal-hal tak terduga karenanya. Bahkan para pencinta pun kadang sampai tak mengerti mengapa bisa melakukan hal tak masuk akal untuk yang dicinta. Membuat pikiran ini membayangkan seorang Abu Bakr yang tiba-tiba berlari kesana kemari, kadang ke depan, ke samping, lantas tiba-tiba ke belakang Rasulullah. Saat itu mereka sedang dalam perjalanan hijrah menuju Madinah. Di belakang, orang-orang kafir Quraisy mengejar bermaksud membunuh Muhammad SAW. Tentu saja sang nabi terheran-heran. Beliau pun bertanya dan dijawab oleh Abu Bakr, bahwa ketika ia melihat musuh ada di belakang, maka Abu Bakr berlari ke belakang. Jika musuh di depan, Abu Bakr lari ke depan, dan seterusnya. Abu Bakr siap menjadi tameng buat Rasulullah. Agar jika ada musuh menyerang, ia lah yang lebih dulu menerimanya.

Itulah cinta. Sama seperti ketika mereka akhirnya kecapekan dan menemukan sebuah gua. Abu Bakr melarang Rasul masuk sebelum ia membersihkan terlebih dulu. Saat membersihkan, Abu Bakar melihat 3 buah lubang. Satu lubang ia tutup dengan sobekan kain bajunya, lalu yang dua ia tutup dengan ibu jari kakinya. Rasul pun tidur di pangkuan Abu Bakar. Pada saat itulah, Abu Bakar merasakan kesakitan yang luar biasa. Ia digigit ular. Namun ia tidak mau membangunkan Rasul dan terus menahan sakit hingga air matanya menetes. Tetesan itu menimpa rasul dan terbangunlah beliau. Berkat mukzizat Rasul, sakit itu pun berhasil disembuhkan. (Sumber, ‘Berkas-berkas Cahaya Kenabian’, Ahmad Muhammad Assyaf).

Ada apa dengan cinta? Kalau Mbak Izzatul Jannah menjawab, “ada energi disana”. Saya sepakat dengan pendapat itu karena saya telah merasakannya. ^_^ .Energi itu akan di dihasilkan oleh hati, semua manusia pasti memilikinya. Positif atau negatif tergantung pada pengendalian manusia tersebut terhadap hati yang dimiliki.

menukil sebuah nasyid yang dipopulerkan oleh SNADA.

Ingin kukatakan, arti cinta kepada dirimu
Agar kau mengerti, arti sesungguhnya
Tak akan terlena dan terbawa alunan bunga asmara
Yang kan membuat dirimu sengsara
Cinta suci luar biasa, fitrah bagi manusia
Kasih sayang dari sang pencipta
Jangan pernah kau berpaling dari cinta
Cinta dari sang maha pencipta
Kau pasti tergoda…

Advertisements

Detik menjelang satu muharram

Subhanallah.. Hari ini begitu banyak kabar gembira. Mulai yang datang dari kampuang nun jauh di mato, kemudian dari adik2 ‘SATUSATUnya TUJUan’ku, dari saudari tercinta, deelel deesbe. Oya, termasuk pengumuman instansi penempatan kakak2 STAN , turut berbahagia.

Cengar cengir ingat ‘satu muharram’, dimana 21 tahun lalu (perhitungan bulan), seorang bayi lahir -yang diharapkan bayi tsb laki2 oleh kakeknya- hendak dinamai ‘suro’. Haha.. Untungnya lahir bayi perempuan.. 🙂

trus, hari ini penutupan festival reog nasional, karnaval, dan pawai, dan pameran IT di ponorogo, selain memperingati grebeg suro sbg tahun baru hijriyah juga sbg hari ulang tahun ponorogo.
Hmm, jadi ingat 3 tahun lalu.. Terjebak dan tersesat di lautan manusia. Sungguh menyenangkan.

Cerita gado2. Sekedar mengenang.

Selamat tahun baru 1431 H. Mari bersama2 belajar memaknai kata ‘hijrah’..
Resolusi anda di tahun baru ini apa?

Selamat, ya! Ute ikhlas?

Kawan, pernah merasa salah mengambil keputusan dan kemudian menyesal? Pertanyaan yang jawabannya hampir pasti ‘ya, pernah’.
Seperti yang terjadi hari ini -dan sering hari2 sebelumnya-, saya meninggalkan satu urusan demi urusan lain yang semula saya rasa lebih penting. Ternyata e ternyata, urusan/acara yang saya bela2in itu ternyata tak seperti dalam bayangan.. mengecewakan. Huwaa.. Ikhlas.. Ikhlas…
-sekedar cuap2 aja, lagi bosen soalnya-

Kampusku yang permai

Tak terasa ini sudah Desember ketiga saya berada disini, di kampus ini, STAN. Seiring perubahan waktu, kampus pun mulai berubah. Jadi inget siang tadi, ketika kuliah di C308, pandangan malah tertuju ke arah luar.. nampak seorang bapak nangkring di sebuah pohon -sejajar dengan lantai 3 gedung D. Bapak itu sedang berusaha menebang pohon dengan teknik pemotongan bertahap, mulai dari bagian teratas kebawah.

Mulai tahun ajaran 2009/2010 ini memang banyak sekali hal terjadi di kampus. Sepertinya lembaga serius mau membenahi kampus. Ya salah satunya itu tadi, pohon2 ditebangi.. hiks.. Kemudian rehab-rekon gedung. Sampai saat ini, gedung baru yang sudah berfungsi adalah gedung I, arah jam 10 gedung P. Dan semua gedung lama juga di perbaiki, sehingga selama beberapa bulan kemarin, satu2nya gedung yang dipakai utk kuliah ya Gd I. Mulai tingkat 1 sampai tingkat 3, utk ke5 spesialisasi kuliah disana. Bisa dibayangkan bagaimana jadwal kuliahnya. Saya sendiri cuma kuliah 5 sks per pekan.

Tapi sekarang, gedung2 yg diperbaiki sudah bisa dipakai lagi secara normal. Waktunya pemadatan kuliah deh… Jadwal kuliah pun bisa sampe 21.20.

Kampus… kampus.. makin unik.. makin akan terkenang. Kuliah dengan backsound mesin2, suara potong2, pukul2..
Dan kalau hujan, beceknya minta ampun. Beneran udah kayak sawah. Sebagian malah liat dan saya pernah terjebak hingga susah jalan. jadi kasian ma pak CS nya keseringan ngepel… apalagi kalo mahasiswa cuek2 aja masuk gdung (terutama gd I) dengan sepatu penuh lumpur dan air netes2 dari baju karena kehujanan.. weleh2. Bahkan di musholanya di tulisin “mahasiswa/i jorok dilarang sholat disini”. jadi membayangkan pas sholat tiba2 kena sidak.. hehe.

Selanjutnya mengenai peraturan. Lembaga sudah mengeluarkan surat resmi bahwa warna kemeja yang boleh dipakai hanya PUTIH, BIRU MUDA, KREM. Padahal selama ini mau pake PINK kek, UNGU nek, IJO mbah, fine2 aja. Lah sekarang?? Gak main2, mahasiswa/i yg beruntung dapet dosen yg taat aturan, otomatis kena. Ada yg sampe ditelpon dan katanya nilainya bakal dikurangi gara2 kemeja itu. Masalah rambut juga. Sepatu mahasiswi harus full nutup kaki (kan sepatu2 model jaman sekarang banyak yg cuma nutup bagian ujung kaki aja). tadi siang ada yg diusir dr gedung juga gara2 ga pake sepatu. hihi…

Trus ada gosip lagi, katanya kerudung mahasiswi harus yang berwarna cerah. wua.. apa2an lagi ini… bener2 dah.. hitam putih kampusku.

“kampusku yang kucinta
pujaan hatiku
tempat calon PeeNeS
dan PeeNeSwati”

Kampusku yang permai

Tak terasa ini sudah Desember ketiga saya berada disini, di kampus ini, STAN. Seiring perubahan waktu, kampus pun mulai berubah. Jadi inget siang tadi, ketika kuliah di C308, pandangan malah tertuju ke arah luar.. nampak seorang bapak nangkring di sebuah pohon -sejajar dengan lantai 3 gedung D. Bapak itu sedang berusaha menebang pohon dengan teknik pemotongan bertahap, mulai dari bagian teratas kebawah.

Mulai tahun ajaran 2009/2010 ini memang banyak sekali hal terjadi di kampus. Sepertinya lembaga serius mau membenahi kampus. Ya salah satunya itu tadi, pohon2 ditebangi.. hiks.. Kemudian rehab-rekon gedung. Sampai saat ini, gedung baru yang sudah berfungsi adalah gedung I, arah jam 10 gedung P. Dan semua gedung lama juga di perbaiki, sehingga selama beberapa bulan kemarin, satu2nya gedung yang dipakai utk kuliah ya Gd I. Mulai tingkat 1 sampai tingkat 3, utk ke5 spesialisasi kuliah disana. Bisa dibayangkan bagaimana jadwal kuliahnya. Saya sendiri cuma kuliah 5 sks per pekan.

Tapi sekarang, gedung2 yg diperbaiki sudah bisa dipakai lagi secara normal. Waktunya pemadatan kuliah deh… Jadwal kuliah pun bisa sampe 21.20.

Kampus… kampus.. makin unik.. makin akan terkenang. Kuliah dengan backsound mesin2, suara potong2, pukul2..
Dan kalau hujan, beceknya minta ampun. Beneran udah kayak sawah. Sebagian malah liat dan saya pernah terjebak hingga susah jalan. jadi kasian ma pak CS nya keseringan ngepel… apalagi kalo mahasiswa cuek2 aja masuk gdung (terutama gd I) dengan sepatu penuh lumpur dan air netes2 dari baju karena kehujanan.. weleh2. Bahkan di musholanya di tulisin “mahasiswa/i jorok dilarang sholat disini”. jadi membayangkan pas sholat tiba2 kena sidak.. hehe.

Selanjutnya mengenai peraturan. Lembaga sudah mengeluarkan surat resmi bahwa warna kemeja yang boleh dipakai hanya PUTIH, BIRU MUDA, KREM. Padahal selama ini mau pake PINK kek, UNGU nek, IJO mbah, fine2 aja. Lah sekarang?? Gak main2, mahasiswa/i yg beruntung dapet dosen yg taat aturan, otomatis kena. Ada yg sampe ditelpon dan katanya nilainya bakal dikurangi gara2 kemeja itu. Masalah rambut juga. Sepatu mahasiswi harus full nutup kaki (kan sepatu2 model jaman sekarang banyak yg cuma nutup bagian ujung kaki aja). tadi siang ada yg diusir dr gedung juga gara2 ga pake sepatu. hihi…

Trus ada gosip lagi, katanya kerudung mahasiswi harus yang berwarna cerah. wua.. apa2an lagi ini… bener2 dah.. hitam putih kampusku.

“kampusku yang kucinta
pujaan hatiku
tempat calon PeeNeS
dan PeeNeSwati”

Guyonan -‘ala kulli-

Saya suka becanda, haha hihi gak jelas.. Dry humor, tanpa hasil. Tapi sebenarnya ada guyon yang jauh lebih bermanfaat, bukan sekedar urusan tertawa. Ia bisa menjadi aksi perlawanan.

Seperti yang dilakukan Pak Butet Kertaradjasa dan ‘konco2’. Mereka dengan indera yang tajam mampu melihat hal remeh temeh, yang terlupakan kebanyakan orang, dan dengan jenaka disampaikan dalam sebuah tulisan dan teater (monolog). tajam namun lucu, mengejek tapi santun.

memang, kadang guyonan lebih efektif daripada koar2 yang menghabiskan energi.
penguasa diberi kekuasaan oleh rakyat untuk mengurus rakyat. Kalau penguasa melakukan ‘kesalahan’, pasti akan menimbulkan protes dari rakyat. Karena itu, penguasa tidak boleh ‘salah’, tapi boleh bohong.. hehe.. itulah bedanya dengan bawahan (katakanlah punakawan, 4 tokoh wayang :semar, gareng, petruk, bagong) yang boleh salah tapi tidak boleh bohong… Beda. jelas beda. dan selamanya punakawan tidak bisa menjadi penguasa. Gus Dur adalah contoh punakawan yg maksa jadi penguasa.

Kritikan2 yang dilontarkan punakawan ini kelihatannya senda gurau, tapi nyatanya membawa ‘pesan sponsor’ dari rakyat jelata. “ngono ya ngono ning aja ngono”. Tapi dengan bentuk tubuh dan wajahnya ‘abnormal’, sedikit lucu, aneh dan lugu, sehingga apa2 yang diperbuat sulit dimarahi penguasa.

Oya, judulnya ‘guyonan ala kulli’ maksudnya bukan ‘guyonan dg cara kuli’, tapi ‘guyonan penguasa’. Namanya penguasa pasti terkait rasa ‘paling’, paling berkuasa, paling pintar, dan paling2 lain.. dalam bhsa arab, ‘ala kulli..